Analisis Penerapan Buku 'Umrah Mabruroh' dalam Praktik Spiritual Journey Umrah sebagai Sarana Hijrah dan Transformasi Diri

Analysis of the Application of the Book 'Umrah Mabruroh' in the Spiritual Practice of Umrah Journey as a Means of Migration and Self-Transformation

Authors

  • Al Kahfi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.54396/qlb.v5i2.1559

Keywords:

Umrah Mabruroh,, Hikmah Umroh,, Transformasi Diri.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan buku Umrah Mabruroh dalam praktik spiritual journey ibadah umrah, serta bagaimana buku ini dapat berfungsi sebagai sarana hijrah dan transformasi diri bagi jamaah. Buku Umrah Mabruroh menyediakan panduan praktis dan spiritual yang berfokus pada kesiapan mental, spiritual, dan fisik dalam menjalankan ibadah umrah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan penulis buku yakni PT Zafa Mulia Mandiri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku Umrah Mabruroh memberikan dampak dalam membantu jamaah memahami esensi spiritual ibadah umrah. Buku ini tidak hanya memperkuat niat hijrah secara spiritual tetapi juga menjadi alat refleksi diri yang efektif. Jamaah melaporkan adanya peningkatan kesadaran religius, kedisiplinan dalam beribadah, serta tekad untuk menjalani hidup lebih baik setelah umrah. Dengan demikian, buku ini terbukti menjadi panduan transformatif yang relevan bagi individu yang ingin menjadikan umrah sebagai momentum perubahan diri. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur mengenai spiritual journey dalam konteks ibadah umrah serta implikasi praktis bagi penyedia layanan bimbingan umrah.

Downloads

Published

2024-11-30

How to Cite

Al Kahfi. (2024). Analisis Penerapan Buku ’Umrah Mabruroh’ dalam Praktik Spiritual Journey Umrah sebagai Sarana Hijrah dan Transformasi Diri: Analysis of the Application of the Book ’Umrah Mabruroh’ in the Spiritual Practice of Umrah Journey as a Means of Migration and Self-Transformation. QULUBANA: Jurnal Manajemen Dakwah, 5(2), 314–337. https://doi.org/10.54396/qlb.v5i2.1559