Studi Komparasi Pemasaran Digital dan Pemasaran Konvensional terhadap Keputusan Pembelian Paket Umrah di Nur Ramadhan Wisata Yogyakarta
A Comparative Study of Digital Marketing and Conventional Marketing on Purchasing Decisions for Umrah Packages at Nur Ramadhan Wisata Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.54396/qlb.v7i1.2590Keywords:
Digital Marketing, Conventional Marketing, Purchase Decision, Multichannel Marketing, Umrah TravelAbstract
Industri perjalanan ibadah umrah saat ini menghadapi tingkat persaingan yang masif, menuntut biro perjalanan untuk menerapkan strategi pemasaran yang adaptif. Sebagai layanan jasa dengan keterlibatan tinggi (high-involvement product), keputusan pembelian umrah melibatkan biaya besar dan risiko spiritual. Namun, kajian literatur terdahulu mayoritas hanya membandingkan efektivitas pemasaran digital dan konvensional pada produk barang ritel berskala rendah. Belum terdapat penelitian yang secara spesifik membandingkan efektivitas kedua saluran pemasaran tersebut terhadap keputusan pembelian pada jasa umrah premium. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komparasi efektivitas saluran pemasaran digital dan konvensional terhadap keputusan pembelian paket umrah di PT Nur Ramadhan Wisata Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif komparatif. Data primer dikumpulkan dari 155 responden melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik Independent Sample T-Test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata skor keputusan pembelian kelompok pemasaran digital sebesar 84,61 dan kelompok konvensional sebesar 86,38, di mana keduanya berada pada kategori netral. Hasil pengujian hipotesis menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,050 dengan nilai t-hitung (1,973) < t-tabel (1,976), yang menegaskan bahwa tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan secara statistik di antara kedua saluran tersebut secara keseluruhan. Meski demikian, analisis per dimensi menunjukkan pemasaran konvensional secara spesifik lebih unggul dalam mengakselerasi waktu pembelian berkat dorongan validasi fisik dan interaksi tatap muka.


