Yogyakarta – Telah berlangsung Webinar Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Departemen Kewirausahaan BEM Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu Yogyakarta Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Webinar ini mengusung tema Milenialpreneur “Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Muda”. Acara ini diselenggarakan pada hari Minggu, 01 November 2020 yang berlangsung pada pukul 19.00-20.30 WIB dengan menggunakan media Zoom Meeting.
Webinar Kewirausahaan ini dihadiri oleh kurang lebih 30 peserta yang merupakan Himpunan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu Yogyakarta. Webinar ini menghadirkan Muhammad Fardin Ahda Firdaus (Owner dari Rischoco dan Semangkok Rasa) sebagai Narasumber serta Rosyana (Mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam dan Ketua Departemen Kewirausahaan) sebagai Moderator.
Ibnu Yaman selaku Ketua BEM Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu Yogyakarta memberikan sambutan pada webinar kewirausahaan ini dengan mengusung tema Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Muda yaitu karena sebagai generasi milenial penting untuk memulai berbisnis ditengah persaingan didunia kerja yang memerlukan kemampuan dalam entreprenur. Materi webinar kewirausahaan Milenialpreneur ini disampaikan oleh Muhammad Fardin Ahda Firdaus owner of Rischoco, Semangkok serta Alumnus MMTC Yogyakarta dengan tema menarik dan sangat luar biasa yakni Milenialpreneur-Munumbuhkan Jiwa Entrpreneur Muda.
Ketika peluang kerja semakin kompetitif dan semakin sempit maka menjadi entrepreneur merupakan hal yang penting. Ketika kita menjadi pengusaha, pada realitanya lebih banyak waktu tercurahkan untuk usaha kita. Dimulai dari pengalaman dalam merintis bisnis serta tantangan bisnis dimasa pandemi yang sebagian besar pasarannya merupakan Mahasiswa Yogyakarta. Kita juga harus siap menjadi entrepreneur, tidak semudah yang kita bayangkan, kita harus mengenali risiko yang terjadi. Cara untuk membangun usaha yang kreatif dan inovatif diantara banyak pesaing, yaitu kita harus mempunyai pondasi, menyenangi usaha yang kita lakukan, dan jangan setengah-setengah dalam berwirausaha serta sesuai dengan apa yang digemari. Misal jika menyukai kuliner, bisnis kuliner menjadi peluang dalam memulai bisnis, tidak harus dalam skala besar dalam memulai bisnis bisa dengan skala kecil asal sasaran pasaran tepat.
Acara webinar kewirausahaan ini diakhiri oleh dengan closing statement dari narasumber yaitu dengan memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha serta menggunakan prinsip ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) tetapi harus dibarengi dengan analisa situasi yaitu menganalisis situasi dan kondisi pasar agar mengetahui produk apa yang sesuai untuk diproduksi dan dipasaran. Dengan analisa situasi tersebut maka lahirlah ide-ide kreatif dan inovatif untuk berwirausaha dan diharapkan dapat menumbuhkan jiwa untuk berwirausaha sedini mungkin.
Author: Rosyana (Ketua Dept. KWU BEM STAIT Yogyakarta 2020)






