Sejarah STAI Terpadu Yogyakarta

Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu (STAIT) Yogyakarta berdiri sejak tahun 1995 dengan nama awal Sekolah Guru Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (SGTKIT). Didirikan oleh Ibu Ir. Hj. Lilik Indriati dan perintis manajemen yaitu Ibu Endang Pardijatmi, M.Pd. Pada tahun 2010, STAIT Yogyakarta mendapatkan ijin operasional dengan SK no : Dj.I/351/2010. Saat ini STAIT membuka 3 program studi yaitu Manajemen Pendidikan Islam (S1), Manajemen Dakwah (S1) dan Pendidikan Guru Playgroup (D1). Selain program-program tersebut, ada pula program pelatihan ustadz-ustadzah jaringan Sekolah Bina Anak Sholeh (BIAS) se-Indonesia.

Pendirian STAIT Yogyakarta ini didorong oleh upaya mempersiapkan sumber daya manusia untuk menjadi tenaga pendidik dan pengelola lembanga keuangan syariah (BMT) jaringan Bina Anak Sholeh. Oleh karenanya STAIT Yogyakarta menempatkan semua lulusannya menjadi tenaga pendidik di sekolah unggulan jaringan BIAS dan lembaga keuangan syariah (BMT) BIAS.

Dalam perkembangannya, lulusan STAIT Yogyakarta juga diserap oleh berbagai lembaga pendidikan unggulan lainnya. Lulusan STAIT Yogyakarta memiliki kualifikasi standar untuk menjadi tenaga kerja yang diakui oleh pemerintah dan swasta khususnya dalam bidang pendidikan dan lembaga keuangan syari’ah.

Drs. H. Yusri Herman, MM (2010-2016)

Pada masa kepemimpinan Yusri Herman di STAI Terpadu Yogyakarta, periode ini ditandai dengan upaya yang kuat dalam pemantapan visi dan misi institusi. Di bawah arahan beliau, STAI Terpadu Yogyakarta berusaha untuk memperkuat dasar-dasar akademik dan sosial sebagai pondasi untuk mengembangkan lembaga ini menjadi pusat pendidikan tinggi yang unggul dalam bidang studi agama Islam. Kepemimpinan Yusri Herman fokus pada pengembangan kurikulum yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan zaman, serta penekanan pada kualitas pengajaran dan penelitian yang berbasis pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil-alamin.

Salah satu langkah strategis yang diambil oleh Yusri Herman adalah memperkenalkan berbagai program pelatihan dan pengembangan bagi dosen dan tenaga pengajar, guna meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kampus. Di samping itu, beliau juga memprioritaskan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan agar STAI Terpadu Yogyakarta mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Dengan demikian, pemantapan visi tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga pada kualitas fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar.

Selain itu, Yusri Herman memperkenalkan berbagai program kemitraan dan kerja sama dengan lembaga pendidikan lainnya. Program ini bertujuan untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan. STAI Terpadu Yogyakarta diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas sosial yang tinggi, serta mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Kepemimpinan Yusri Herman juga menunjukkan perhatian yang besar terhadap pengembangan karakter dan moral mahasiswa. Di masa kepemimpinan beliau, nilai-nilai spiritualitas dan etika menjadi bagian integral dari seluruh proses pendidikan di STAI Terpadu Yogyakarta. Beliau meyakini bahwa pendidikan tinggi yang ideal bukan hanya soal pencapaian akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter yang kokoh, yang mencerminkan integritas dan tanggung jawab sosial yang tinggi.

H. Boedi Dewantoro SH MSi (Plt Ketua 2016-2017)

Dr. Danang Dwi Prasetyo, M.Pd. (2017 – 2022)

Pada masa kepemimpinan Dr. Danang Dwi Prasetyo, M.Pd. di STAI Terpadu Yogyakarta, fokus utama beliau adalah pemenuhan dan penyempurnaan struktur organisasi yang lebih efektif dan efisien. Dalam upaya untuk memperkuat tata kelola institusi, beliau melakukan reorganisasi beberapa bagian di dalam kampus agar setiap departemen memiliki fungsi yang lebih jelas dan terarah. Hal ini bertujuan agar setiap elemen dalam organisasi dapat bekerja dengan optimal, meminimalkan birokrasi yang berlebihan, dan meningkatkan koordinasi antar bagian. Dengan struktur yang lebih terstruktur, STAI Terpadu Yogyakarta diharapkan dapat beroperasi dengan lebih gesit dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

Selain itu, Dr. Danang Dwi Prasetyo, M.Pd. sangat memprioritaskan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di kampus ini. Beliau menyadari bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas pengajar dan staf pengelola yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi dilakukan secara berkala untuk dosen dan tenaga kependidikan. Program pelatihan ini tidak hanya mencakup pengembangan keterampilan akademik, tetapi juga meningkatkan kemampuan manajerial dan soft skills agar setiap individu di STAI Terpadu Yogyakarta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tuntutan dunia pendidikan.

Pada masa kepemimpinan Dr. Danang Dwi Prasetyo, M.Pd., penguatan SDM juga mencakup pemantapan budaya kerja yang berbasis pada nilai-nilai profesionalisme dan kolaborasi. Beliau mendorong adanya kerjasama yang lebih intens antara dosen dan staf administrasi, serta membangun suasana kerja yang kondusif bagi pengembangan diri. Hal ini dilakukan agar setiap individu merasa dihargai dan termotivasi untuk memberikan kontribusi terbaiknya dalam pengembangan kampus. Selain itu, peningkatan kualitas SDM juga diperluas dengan memperkenalkan sistem evaluasi yang objektif, yang bertujuan untuk mengukur kinerja dan memberikan penghargaan bagi mereka yang berprestasi.

Keberhasilan dalam pemenuhan struktur organisasi dan pengembangan SDM ini juga mencerminkan visi Dr. Danang Dwi Prasetyo, M.Pd. untuk menjadikan STAI Terpadu Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Dengan struktur yang lebih baik dan SDM yang lebih berkualitas, kampus ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, baik dalam bidang akademik maupun di dunia kerja. Selain itu, pengembangan SDM yang berkelanjutan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan institusi, sekaligus mempersiapkan STAI Terpadu Yogyakarta untuk menghadapi tantangan global di masa depan.

Syarif Hidayat, M. Pd. M.S.I. (2022- 2027)

Pada masa kepemimpinan Syarif Hidayat di STAI Terpadu Yogyakarta, fokus utama beliau adalah pada pengembangan sarana dan prasarana yang mendukung kelancaran proses perkuliahan. Pentingnya fasilitas yang memadai untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan akademik dan non-akademik mahasiswa. Oleh karena itu, berbagai perbaikan dilakukan terhadap gedung perkuliahan, ruang laboratorium, ruang literasi, serta fasilitas lain di kampus. Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan mahasiswa dapat merasakan pengalaman pendidikan yang lebih nyaman dan efektif, serta mendukung kualitas pembelajaran yang maksimal.

Selain itu, Syarif Hidayat juga memperkuat hubungan kerjasama dengan berbagai pihak, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Aktif menjalin kemitraan dengan institusi pendidikan lain, lembaga penelitian, serta dunia usaha untuk menciptakan peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi perkembangan kampus. Melalui kerja sama ini, STAI Terpadu Yogyakarta tidak hanya memperluas jaringan dan wawasan akademik, tetapi juga meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Jalinan kerjasama ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing kampus di dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

Pada masa kepemimpinan Syarif Hidayat, perhatian juga diberikan pada pengembangan mahasiswa di luar aspek akademik. Pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada pengajaran di dalam kelas, tetapi juga pada pembentukan karakter dan soft skills mahasiswa. Oleh karena itu, berbagai program unit kegiatan mahasiswa dan kegiatan organisasi kemahasiswaan semakin diperkuat. Hal ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama yang baik, yang sangat dibutuhkan di dunia profesional.

Keberhasilan dalam pengembangan sarana prasarana, kerjasama, dan mahasiswa harapannya akan menjadikan STAI Terpadu Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan holistik. Pentingnya integrasi antara pendidikan akademik, pengembangan karakter, dan kualitas fasilitas agar mahasiswa tidak hanya siap secara ilmiah, tetapi juga siap menghadapi tantangan kehidupan di masyarakat dan dunia kerja. Dengan langkah-langkah tersebut, kampus ini semakin siap untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.