Pada hari kamis 31 Oktober 2024 BEM Nusantara DIY mengadakan acara focus group discussion (FGD) yang bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Sleman dengan tema “PERAN MAHASISWA DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN DI KOTA SLEMAN”
Mahasiswa di Indonesia diharapkan dapat memainkan peran penting dalam Upaya menanggulangi kemiskinan ditanah air, terutama mahasiswa kota Yogyakarta. Hal ini disampaikan oleh Bpk. Ahmad Yani (sepeda mas) kabupaten Sleman dalam focus group discussion yang diselenggarakan oleh BEM Nusantara DIY di Universitas Mahakarya Asia Yogyakarta (UNMAHA).
Dalam acara yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Yogyakarta, Pemkab Sleman Bpk. Ahmad Yani mengatakan bahwa di Sleman ini sedang darurat akan hal kemiskinan, padahal Sleman ini kota yang masuk wilayah DIY dan di DIY ini adalah sebuah wilayah yang dijuluki kota pelajar, berjuta-juta pemuda merantau ke Yogyakarta untuk mendapatkan Pendidikan, tapi kenapa kemiskinan terus saja meningkat, oleh karena ini mahasiswa ditekankan untuk ikut peduli dan berkontribusi bersama pemerintah setempat untuk berusaha menanggulangi kemiskinan yang ada, “mahasiswa memeiliki potensi besar baik dari segi ekonomi, pariwisata, pertanian, dll. Bukan hanya akademik saja” ujarnya.
Selain itu mahasiswa diajak berdiskusi terkait masalah ini, diharapkan para mahasiswa dapat memaparkan ide-idenya dalam menghadapi permasalahan ini. Banyak mahasiswa dari berbagai kampus memberikan saran untuk menanggulangi kemisikinan, seperti pelatihan ketrampilan, pendampingan UMKM, bantuan sosial yang tepat sasaran, pengolahan sampah hingga beasiswa pendidikan. Ide-ide itu disampaikan dengan tujuan bisa membantu pemerintah kabupatan Sleman.
Menurut pemerintah kabupaten Sleman, beberapa ide yang disampakan tadi sudah ada yang berjalan seperti bantuan sosial dan beasiswa pendidikan, pemberian bantuan sudah diusahakan tepat sasaran dengan adanya survei-survei yang dilakukan, termasuk beasiswa pendidikan juga sudah diberikan. Sebagian pelajar kota sleman bisa kuliah dengan gratis dibeberapa kampus dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditentukan oleh pemerintah kabupaten Sleman, namun sebagian Masyarakat tidak bisa memanfaatkannya dengan baik “Masyarakat diberi gerobak untuk jualan, tapi gerobaknya yang dijual” ujarnya.
Oleh karena itu pemerintah kabupaten Sleman ini mengajak mahasiswa untuk berdiskusi memecahkan masalah-masalah yang terus terjadi, dengan semangat dan kreativitas mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang aktif dan berperan dalam merumuskan serta menjalankan program-program yang dapat memberikan dampak positif bagi pengurangan kemiskinan di kota Yogykarta bahkan di negara Indonesia. Acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh mahasiswa dan pemerintah kabupaten Sleman.






