STAIT Fest 2024, Mahasiswa STAI Terpadu Yogyakarta Menggelar Acara Webinar Internasional Bertajuk “Artificial Intelligence in our Education, Friend or Enemy?”

Pada hari Selasa, 17 Desember sebuah acara Webinar Internasional yang bertema “Artificial intelligence in our education, friend or enemy?” sukses di gelar, acara digelar oleh tim Event Webinar dari mata kuliah Event Manajemen, Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu Yogyakarta. Acara ini di hadiri kurang lebih 200 peserta, baik mahasiswa Indonesia maupun Malayasia.

Tujuan terselenggaranya acara ini agar pengguna AI terutama Akademisi paham apa sebenarnya AI itu serta bolehkah kita menggunakan AI dan bagaimana cara menggunakan AI secara bijak. Webinar International ini dipandu oleh Ibu Diningrum Citraningsih, M.S.I dan Bapak Syarif Hidayat, M.Pd, M.S.I selaku Ketua STAI TErpadu Yogyakarta memberikan sambutan.

Webinar ini menghadirkan pembicara ternama dari Malaysia yaitu Dr. Mohd Nazri beliau merupakan dosen dari Universitas Malaya, tentunya nama tersebut tidak asing di telinga para akademisi, banyaknya prestasi yang diraih serta Riwayat belajar beliau yang sangat baik, membuatnya sering di undang dalam sebuah acara.

Dalam materi yang dibawakan, beliau menjelaskan bahwa menggunakan AI itu boleh-boleh saja asal tidak membuat ketergantungan, bahkan dalam Pendidikan kadang kita memang perlu menggunakan AI namun kenapa banyak guru yang melarang? Karena kebanyakan siswa hanya memindahkan dari AI, tidak ada ide yang tertuang dari mereka padahal AI jika digunakan hanya sebagai pelengkap tentu itu akan menjadi hal yang baik. Ada beberapa topik pembahasan yang disampaikan oleh Prof Nazri yaitu:

  1. What is Artificial intelligence(AI)?
  2. Why is AI becoming significant in education?

Selain itu, Prof Nazri juga mengatakan bahwa di Malaysia sendiri ada sebuah platform pembelajaran daring yang dikembangkan oleh kementrian Pendidikan Malaysia, nama platform tersebut adalah DELIMA (Digital Educational Learning Intiative Malayasia), dimana platform ini menawarkan berbagai aplikasi, alat komunikasi dan sumber belajar untuk siswa, guru, administrasi sekolah dan pejabat Kementrian Pendidikan Malaysia dan ini dilegalkan oleh pemerintah Malaysia.

Walaupun acara ini bersifat Internasional tapi kami juga mengajak pembicara Nasional, beliau adalah Bapak Dr. Kharis Syuhud Mujahada M.Pd atau yang sering disapa dengan Pak Kharis, beliau adalah dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu Yogyakarta, tidak kalah dengan Prof. Nazri, beliau juga mempunyai segudang prestasi, jika tadi pembicara utama lebih membahas kegunaan AI secara umum dalam Pendidikan, pembicara dua lebih mengkerucut pada Tingkat Perguruan Tinggi, bahwa semakin berkembangnya zaman dan teknologi perkembang juga kejahatan ilmiah terutama di Tingkat perguruan tinggi ini dibuktikan dengan adanya plagiarisme-plagiarisme yang terus bertambah, jadi penggunaan AI dalam perguruan tinggi ini bukan dilarang namun kita hanya perlu bijak dalam penggunaannya. Topik utama pembahasan beliau adalah Etika dalam penggunaan AI dalam Pendidikan.

Setelah penyampaian materi selesai, peserta juga diajak untuk berdiskusi (tanya jawab), namun karena keterbatasan waktu jadi hanya dibatasi 2 peserta yang mendapatkan kesempatan untuk bertanya. Webinar ini menekankan bahwa belajar itu boleh dari mana saja termasuk AI namun harus tahu Batasan dan etika dalam belajar, acara ini sengaja dibuatt bersifat Internasional agar ruang lingkup berfikir kita semakin luas dengan harapan Pendidikan di Indonesia semakin membaik yang berawal dari individu-individu yang pola pikirnya luas.

Dengan suksesnya acara ini diharapkan kami semua lebih paham dan bijak dalam belajar terutama dalam penggunaan AI dan bahwa AI ini memang bisa menjadi teman atau bahkan musuh jika kita tidak benar dalam penggunaannya, oleh karena itu selain pelajar yang harus bijak dalam menggunakan AI seorang guru juga harus bijak dan mampu membimbing siswanya dalam penggunaan AI sesuai Etika atau aturan yang sudah di tetapkan.