Dosen STAIT Yogyakarta Ikuti Pelatihan Penyusunan LED IAPS 4.0 Versi BAN PT Super Cepat Berbantuan AI

Yogyakarta, 24 Juni 2025 — Beberapa dosen dari Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu (STAIT) Yogyakarta mengikuti pelatihan bertajuk “Penyusunan LED IAPS 4.0 versi BAN PT Super Cepat Berbantuan AI”, yang diselenggarakan oleh Best Q Institut pada Selasa, 23 Juni 2025 pukul 19.30 WIB hingga selesai secara daring. Empat dosen tersebut adalah Dr. Rubini, M.Pd.I selaku Kepala Unit Penjaminan Mutu, Rz. Ricky Satria Wiranata, M.Pd selaku Wakil Ketua II Bidang Akademik dan SDM, Endah Triwahyuningsih, M.Pd, selaku kepala Program Studi Manajemen Dakwah, dan Herwinsyah M.Kom. selaku Kepala Unit Sistem Informasi.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) dalam proses akreditasi perguruan tinggi, khususnya pada sistem Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0, dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Metode yang ditawarkan menekankan pada proses yang cepat, praktis, sistematis, dan aplikatif. Selama pelatihan, peserta diperkenalkan pada teknik terbaru dalam menyusun LED secara efisien dengan dukungan teknologi AI. Dengan pendekatan ini, dosen STAIT Yogyakarta diharapkan mampu menyusun dokumen akreditasi yang lebih berkualitas dalam waktu yang lebih singkat tanpa mengurangi aspek validitas dan kedalaman isi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen STAIT Yogyakarta dalam meningkatkan mutu tata kelola akademik dan mempersiapkan akreditasi program studi yang lebih unggul.


“Pelatihan ini sangat membantu kami dalam memahami bagaimana teknologi bisa dimanfaatkan untuk menyusun LED secara efektif. Pendekatan ini benar-benar efisien dan sangat relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi saat ini,” ujar salah satu peserta pelatihan.
Dengan semangat peningkatan mutu berkelanjutan, partisipasi dosen STAIT Yogyakarta dalam pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret menuju perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi serta tuntutan akreditasi berbasis mutu.