STAI Terpadu Yogyakarta Implementasikan Visi Misi Melalui Focus Group Discussion Penelitian Berbasis Dakwah

Yogyakarta, 26 Juni 2025 – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Terpadu Yogyakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Kamis (26/6) sebagai wujud implementasi visi misi institusi dalam mengembangkan penelitian produktif yang memiliki daya solusi tinggi terhadap permasalahan umat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis lembaga dalam mewujudkan pendidikan tinggi profesional yang mempelopori pendidikan berbasis aqidah shahihah dan akhlakul karimah.


FGD yang berlangsung di kampus STAI Terpadu Yogyakarta ini difokuskan pada penyempurnaan proposal penelitian yang akan disubmit melalui laman Litapdimas pada tahun 2026. Kegiatan dihadiri oleh seluruh dosen internal sebagai bagian dari sistem peer review yang mengedepankan prinsip keilmuan amaliah dan amal ilmiah sesuai dengan misi institusi.
Diningrum Citraningsih, M.Si., selaku peneliti utama mempresentasikan kerangka penelitian yang dirancang untuk memberikan solusi faktual terhadap problematika dakwah kontemporer. Proposal penelitian ini mencerminkan komitmen STAI Terpadu dalam menyelenggarakan lembaga pendidikan tinggi sebagai pengejawantahan dakwah Rasulullah Muhammad SAW secara faktual dan solutif.


“Alhamdulillah, proposal penelitian ini merupakan manifestasi dari visi institusi kita untuk mengembangkan penelitian yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan dakwah Islam. Masukan dari seluruh rekan dosen sangat berharga dalam menyempurnakan framework penelitian yang berlandaskan aqidah shahihah,” ungkap Diningrum Citraningsih dengan penuh syukur.


Proses diskusi berlangsung intensif dengan melibatkan berbagai perspektif keilmuan dari para dosen yang hadir. Setiap masukan dan kritik konstruktif yang disampaikan mencerminkan komitmen kolektif dalam mengembangkan penelitian yang produktif dan memiliki daya solusi tinggi terhadap permasalahan umat, sesuai dengan misi ke-2 institusi.


Ketua STAI Terpadu Yogyakarta, Syarif Hidayat, M.Pd., M.Si., menegaskan bahwa FGD ini merupakan implementasi konkret dari visi institusi. “Kegiatan ini menunjukkan komitmen kita dalam menjadi pendidikan tinggi profesional yang adaptif dalam mengembangkan pengelolaan lembaga dakwah secara aplikatif dan terpadu. Melalui peer review internal yang komprehensif, kita memastikan setiap penelitian yang dihasilkan memiliki landasan aqidah yang shahih dan memberikan solusi faktual bagi umat,” tegas Syarif Hidayat.


“Lebih dari itu,” lanjut Ketua STAI, “penelitian-penelitian yang dikembangkan harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai akhlakul karimah dalam metodologi dan implementasinya, sehingga tidak hanya berkontribusi pada pengembangan keilmuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepribadian yang tangguh sebagaimana tertuang dalam misi pertama kita.”


Kharis Mujahada dari Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) menambahkan perspektif strategis terkait arah pengembangan penelitian institusi. “FGD ini bukan sekadar ajang review akademik, melainkan forum strategis untuk memastikan penelitian kita sejalan dengan misi institusi dalam mengembangkan pengabdian kepada masyarakat bidang dakwah. Setiap proposal harus memiliki dimensi aplikatif yang dapat diimplementasikan dalam konteks dakwah kontemporer,” papar Kharis Mujahada.


“Kita berkomitmen untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya memenuhi standar akademik nasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan strategi dakwah yang efektif dan solutif bagi berbagai tantangan zaman,” tambahnya.


Hasil FGD membuahkan rekomendasi komprehensif yang mencakup aspek metodologi, kerangka teoritis berbasis nilai-nilai Islam, serta strategi implementasi yang aplikatif. Para dosen memberikan masukan substantif terkait integrasi pendekatan dakwah dalam desain penelitian, memastikan output penelitian dapat dimanfaatkan untuk pengembangan lembaga dakwah secara terpadu.


Dr. Danang Dwi Prasetyo. M.Pd, salah satu dosen senior yang turut memberikan masukan, menekankan pentingnya penelitian berbasis kaidah ilmu amaliah. “Penelitian di STAI Terpadu harus mampu menjembatani antara keilmuan akademik dengan praktik dakwah di lapangan. Inilah yang membedakan kita dengan institusi lain – komitmen pada pengejawantahan dakwah melalui riset yang berkualitas,” jelasnya.


Kegiatan FGD ini juga menjadi momentum evaluasi dan penguatan sistem penelitian internal STAI Terpadu. Institusi berkomitmen untuk terus mengembangkan budaya penelitian yang berorientasi pada solusi problematika umat dengan tetap menjaga standar akademik yang tinggi dan landasan aqidah yang shahih.


Sebagai tindak lanjut, UPPM akan menyusun roadmap penelitian jangka panjang yang mengintegrasikan visi misi institusi dengan kebutuhan riset kontemporer. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan setiap penelitian yang dihasilkan berkontribusi pada pencapaian visi STAI Terpadu sebagai pendidikan tinggi profesional yang mempelopori pendidikan berbasis aqidah shahihah, akhlakul karimah, dan adaptif dalam pengembangan lembaga dakwah.


FGD serupa akan dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari sistem quality assurance penelitian internal, memastikan kontinuitas pengembangan riset yang sejalan dengan nilai-nilai dan misi institusi dalam mengembangkan dakwah Islam yang faktual dan solutif.
Stai Terpadu Solusi Terdepan dalam membaangun Peradaban!!!