Sleman, 16 Juli 2025 — Dalam rangka memperkuat kontribusi akademik terhadap penyelesaian permasalahan lingkungan hidup di tingkat komunitas, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Terpadu Yogyakarta melalui Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Strategi Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga sebagai Upaya Mewujudkan Kesehatan Lingkungan yang Berkelanjutan.”
Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Darussolihin, Kalurahan Ambar Ketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, sebagai bentuk keterlibatan nyata institusi pendidikan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari LAZNAS Majelis Pengkajian Al-Qur’an (MPQ) Yogyakarta dan terjalin atas sinergi strategis antara STAI Terpadu Yogyakarta dan Pemerintah Kalurahan Ambar Ketawang.
Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Acara ini dibuka secara resmi oleh Bapak Sumaryanto, Lurah Kalurahan Ambar Ketawang, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi persoalan lingkungan yang semakin kompleks. Beliau menyampaikan bahwa kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga menjadi prasyarat utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan lestari.

Hadir dalam kegiatan ini para pemangku kepentingan dari berbagai unsur, di antaranya:
- Bapak Bidianta, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Gamping
- Ibu Erma Heni Surya, Carik Kalurahan Ambar Ketawang
- Bapak Nopal Izzudin, perwakilan dari LAZNAS MPQ Yogyakarta
- Dr. Kharis Syuhud Mujahada, Ketua UPPM STAI Terpadu Yogyakarta
Dalam sambutannya, Dr. Kharis menegaskan bahwa pengabdian masyarakat merupakan pilar penting dalam Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam merespons isu-isu strategis seperti krisis lingkungan, perubahan pola konsumsi, dan rendahnya literasi ekologi di tingkat rumah tangga. Melalui kegiatan ini, STAI Terpadu Yogyakarta berkomitmen untuk membangun jembatan pengetahuan antara dunia akademik dan praktik sosial kemasyarakatan.
Pemaparan Materi oleh Praktisi Lingkungan
Sesi utama dalam kegiatan ini diisi oleh Fitasari Ayu Wardani, ST, MPA, selaku perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, yang memaparkan secara komprehensif strategi pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya pendekatan reduce-reuse-recycle (3R), penguatan peran keluarga dalam memilah sampah organik dan anorganik, serta optimalisasi bank sampah sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan.
Selain itu, beliau juga menyampaikan berbagai kebijakan pemerintah daerah terkait pengurangan timbulan sampah dan peningkatan partisipasi masyarakat melalui gerakan lingkungan bersih dan sehat. Disampaikan pula studi kasus keberhasilan komunitas lokal dalam pengelolaan sampah berbasis partisipatif yang dapat direplikasi oleh warga Ambar Ketawang.

Antusiasme dan Aspirasi Masyarakat
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif, di mana para peserta yang terdiri dari warga sekitar, kader lingkungan, pengurus takmir masjid, serta perangkat kelurahan aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan. Berbagai persoalan lapangan seperti keterbatasan fasilitas pengolahan sampah, kurangnya edukasi tentang pemilahan sampah, hingga lemahnya koordinasi antar RT/RW menjadi perhatian bersama untuk ditindaklanjuti secara kolaboratif.
Kegiatan ini juga menghasilkan beberapa kesepakatan awal, antara lain rencana pembentukan kader lingkungan tingkat RT, pelatihan lanjutan tentang kompos rumah tangga, serta penyusunan roadmap gerakan pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis komunitas.

Komitmen Keberlanjutan dan Peran Perguruan Tinggi
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bahan edukatif berupa leaflet, panduan pemilahan sampah, serta pembagian alat bantu sederhana untuk pengelolaan sampah organik. Dalam kesempatan ini, UPPM STAI Terpadu Yogyakarta menyampaikan komitmen untuk terus mendampingi masyarakat melalui program lanjutan yang bersifat partisipatif, edukatif, dan berbasis data lokal.
Melalui kegiatan ini, STAI Terpadu Yogyakarta tidak hanya merealisasikan amanat pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menunjukkan peran strategisnya sebagai agen transformasi sosial yang mampu menghadirkan solusi inovatif dan kontekstual terhadap permasalahan lingkungan. Penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga menjadi langkah awal menuju terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.






