Yogyakarta – STAI Terpadu Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan sosialisasi revisi kurikulum bagi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Manajemen Dakwah (MD) pada Jumat, 20 Juli 2025. Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat kampus ini dihadiri oleh dosen serta jajaran pimpinan akademik sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua STAI Terpadu Yogyakarta, Syarif Hidayat, M.Pd., M.S.I. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa revisi kurikulum merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan proses pembelajaran dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan akreditasi. Kurikulum yang responsif diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sesi inti kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan sosialisasi revisi dan implementasi kurikulum baru oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, Rz. Satria Wiranata, M.Pd. Dalam penjelasannya, disampaikan sejumlah perubahan mendasar antara kurikulum lama dan kurikulum baru yang kini mulai diterapkan.
Salah satu perubahan penting adalah penyederhanaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Pada kurikulum sebelumnya, CPL cenderung banyak dan kompleks sehingga kurang efektif dalam mengukur ketercapaian kompetensi mahasiswa. Dalam kurikulum baru, CPL dirumuskan lebih ringkas, fokus, dan terukur, sehingga memudahkan proses evaluasi serta penguatan sistem penjaminan mutu akademik.
Selain itu, kurikulum terbaru telah dilengkapi dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang dirancang lebih spesifik. CPMK menjadi turunan langsung dari CPL, sehingga setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang jelas terhadap profil lulusan. Pendekatan ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan sistematis dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya.
Perubahan lainnya juga terlihat pada sistem penilaian yang kini lebih variatif. Jika sebelumnya rentang nilai hanya terbatas pada A, B, C, D, dan E, maka dalam kurikulum baru penilaian dikembangkan menjadi lebih rinci, meliputi A, A-, B+, B, B-, C+, C, D, hingga E. Variasi ini memberikan ruang bagi dosen untuk menilai capaian mahasiswa secara lebih proporsional dan akurat, sekaligus menciptakan sistem evaluasi yang lebih adil dan representatif.
Di samping itu, kurikulum baru juga memperkuat bobot penelitian dalam proses pembelajaran. Mahasiswa didorong untuk lebih aktif dalam kegiatan riset guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan produktivitas karya ilmiah. Penguatan ini sejalan dengan tuntutan perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya sebagai pengguna ilmu, tetapi juga sebagai pengembang ilmu.
Kurikulum yang diterapkan saat ini juga mengadopsi pendekatan Outcome-Based Education (OBE), yaitu pendekatan yang berorientasi pada capaian hasil belajar. Berbeda dengan kurikulum lama yang lebih menitikberatkan pada proses, OBE memastikan bahwa setiap aktivitas pembelajaran dirancang untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki keseimbangan antara penguasaan teori dan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh dosen di lingkungan STAI Terpadu Yogyakarta memiliki pemahaman yang utuh terkait arah kebijakan kurikulum baru serta mampu mengimplementasikannya secara optimal dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat komitmen institusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang berkelanjutan.






