STAI Terpadu Yogyakarta Laksanakan Monev Beasiswa KIP: Fokus pada Validasi Data dan Peningkatan Kuota Penerima

Yogyakarta – STAI Terpadu Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) pada Senin, 11 Agustus 2025 bertempat di Ruang Pertemuan kampus. Acara yang berlangsung pukul 14.15–15.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pengelola beasiswa kampus, di antaranya Bapak Agus Suroso, S.Pd., M.Kesos., Bapak Muhammad Zainal Abidin, M.Pd., M.H., Bapak Herwinsyah, M.Kom., Ibu Endah Tri Wahyuningsih, M.Pd., Bapak Sulis Ariawan, Bapak Wahyu, serta Diana Ratna Trisnawati, S.Pd.

Dalam pertemuan tersebut dibahas arah kebijakan terbaru program Beasiswa KIP yang menekankan tujuan utamanya sebagai upaya penurunan kemiskinan ekstrem. Penerimaan beasiswa di masa mendatang akan diprioritaskan bagi mahasiswa yang telah memiliki KIP atau PKH, sementara penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) tidak lagi diberlakukan. Hal ini sejalan dengan rekomendasi dari Kementerian Agama (Kemenag) menyusul teguran BPKP dan BPK RI terkait ketidaksinkronan data mahasiswa dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Pihak Kemenag juga mengingatkan pentingnya validasi data dan tertib administrasi untuk mencegah adanya penerima double beasiswa. Selain itu, seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) diimbau untuk memiliki rencana induk pengembangan (master plan) 5–10 tahun, termasuk visi peningkatan kualitas SDM, penguatan akademik, dan arah pengembangan kelembagaan.

Dalam kesempatan tersebut, STAI Terpadu Yogyakarta melaporkan jumlah penerima Beasiswa KIP sebanyak 36 mahasiswa yang tersebar pada empat angkatan: 7 mahasiswa angkatan 2021, 7 mahasiswa angkatan 2022, 12 mahasiswa angkatan 2023, dan 10 mahasiswa angkatan 2024. Kampus optimis dapat memperoleh penambahan kuota di tahun ini.

Proses penerimaan mahasiswa jalur KIP di STAIT dilakukan melalui seleksi ketat dengan melampirkan dokumen pendukung seperti foto rumah, data keluarga, bukti PBB, token listrik, dan prestasi akademik. Mahasiswa penerima KIP juga diwajibkan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta dibekali keterampilan tambahan melalui mata kuliah seperti Aplikasi Komputer, Grafika Komputer, dan Digital Content Creation.

Ke depan, STAI Terpadu Yogyakarta merencanakan transformasi kelembagaan menjadi Institut dengan pembukaan tiga program studi baru yang akan ditempatkan di kampus baru berlokasi di Gamping.

Monev ini diakhiri dengan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan beasiswa, memastikan penerimanya fokus pada studi, mengembangkan keterampilan, dan memiliki semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.