Pada hari Senin, 25 November 2025, Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu (STAIT) Yogyakarta secara aktif mengunjungi beberapa sekolah menengah di Yogyakarta. Kunjungan ini memiliki agenda ganda. Pertama, menyosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk tahun akademik mendatang. Kedua, membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan. Tim perwakilan dari STAIT, yang beranggotakan Ratri Nuria, M.Pd dan Nadia Cahaya Amanda, M.Sos, berinteraksi langsung dengan pihak sekolah untuk menjajaki sinergi pendidikan yang potensial. Ada beberapa sekolah yang dikunjungi yaitu; MA Nurul Ummah Yogyakarta, MA Muallimin Yogyakarta, MA 1 Muhammadiyah, MA Muallimat Yogyakarta, MA 2 Muhammadiyah, MAN 1 Yogyakarta. Selain itu tim juga bersosialisasi ke MA Nurul Ulum Kabupaten Bantul.



Pemilihan lokasi di DIY mengindikasikan fokus STAIT untuk meratakan akses informasi pendidikan tinggi yang berkualitas hingga ke wilayah pinggiran daerah Bantul. Kampus ingin memastikan bahwa seluruh potensi akademik yang tersebar di berbagai kabupaten memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dalam kesempatan tersebut, tim tidak hanya memaparkan informasi rinci mengenai program studi unggulan, keunggulan kampus, dan mekanisme PMB tahun akademik 2026 mendatang, tetapi juga secara resmi menawarkan Memorandum of Understanding (MoU). Proposal kemitraan yang diajukan mencakup spektrum kolaborasi yang luas dan saling menguntungkan, meliputi pengembangan pendidikan, fasilitasi pendampingan karir bagi siswa, hingga program pemberdayaan tenaga pengajar.
STAIT Terpadu Yogyakarta menaruh harapan besar, bahwa dengan terjalinnya sinergi ini, dapat meningkatan jumlah pendaftar mahasiswa baru, sekaligus pembentukan hubungan kerja sama yang solid dan berkelanjutan nantinya. Sehingga dengan ini akan tercapainya visi STAIT yaitu “Menjadi Pendidikan Tinggi profesional yang mempelopori pendidikan berbasis aqidah shahihah, akhlakul karimah dan ketrampilan berdaya saing global”.






