Mahasiswa STAI Terpadu Yogyakarta Sukses Gelar Lomba Tahfidz “Mini Hafidz Champion” untuk Mencetak Generasi Qur’ani

Sebagai implementasi mata kuliah Manajemen Event, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Terpadu Yogyakarta menyelenggarakan Lomba Tahfidz “Mini Hafidz Champion”secara daring melalui Google Meet pada 25–28 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta dari berbagai daerah sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini sekaligus membentuk generasi Qur’ani yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dalam sambutannya, dosen pengampu mata kuliah Manajemen Event, Hanifah Noviandari, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan teori manajemen event melalui pengalaman nyata, mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan.

Rangkaian lomba diawali dengan babak penyisihan melalui pengiriman video hafalan Surah At-Tariq yang kemudian dinilai oleh dewan juri berdasarkan aspek ketepatan hafalan, tajwid, dan kelancaran membaca. Lima peserta terbaik berhasil melaju ke babak final yang diselenggarakan secara langsung melalui Google Meet dengan sistem sambung ayat Juz 30. Meskipun berlangsung secara daring, perlombaan tetap berjalan khidmat, interaktif, dan penuh semangat, mencerminkan tingginya antusiasme peserta serta dukungan dari orang tua.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Alivah Humairah Zuanda berhasil meraih Juara I dengan nilai 98,5, disusul Hamzah Mohamed Abdelaziz sebagai Juara II dengan nilai 98, dan Hanifah Shakila Nasution sebagai Juara III dengan nilai 97,5. Sementara itu, Juara I Harapan diraih oleh Ufaira Ath Thahirah dengan nilai 97, sedangkan Juara II Harapan diraih oleh Aisyah Hazimah Hafshah dengan nilai 96. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan karakter, peningkatan kepercayaan diri, dan motivasi bagi peserta untuk terus menjaga hafalan Al-Qur’an.

Hanifah Noviandari, M.Pd., berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk memenuhi capaian pembelajaran mata kuliah, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Kami berharap setiap kegiatan yang dirancang mahasiswa tidak hanya menjadi sarana memenuhi capaian pembelajaran mata kuliah, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui Mini Hafidz Champion, mahasiswa belajar mengelola event secara profesional sekaligus berkontribusi dalam menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari ikhtiar STAI Terpadu Yogyakarta dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” ungkapnya.