Program Studi Manajemen Dakwah STAI Terpadu Yogyakarta menyelenggarakan Webinar Internasional bertema “The Transformation of Da’wah in Cultivating Aqidah Shohihah and Akhlaqul Karimah in the Age of Artificial Intelligence”pada Sabtu, 13 Desember 2025, pukul 08.30 – 11.00 WIB melalui Zoom Meeting.
Webinar ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika STAI Terpadu Yogyakarta dan Universiti Kebangsaan Malaysia, serta peserta dari perguruan tinggi lainnya. Kegiatan ini menghadirkan Bapak DR. Khazri Bin Osman, Senior Lecturer Universiti Kebangsaan Malaysia, sebagai narasumber, serta Ketua Program Studi Manajemen Dakwah STAI Terpadu Yogyakarta, Ibu Putri Isma Indriyani, M.Sos, sebagai Keynote Speaker.

Dalam paparannya, Ibu Putri Isma Indriyani menegaskan bahwa transformasi dakwah di era kecerdasan buatan merupakan peluang untuk menghadirkan dakwah yang lebih cerdas, bijak, dan humanis. Namun, pemanfaatan teknologi harus tetap berpijak pada aqidah dan digerakkan oleh akhlaqul karimah agar dakwah tidak kehilangan nilai dan substansinya.
Pemaparan materi dan diskusi bersama Bapak Dr. Khazri bin Osman berlangsung selama kurang lebih dua jam. Diskusi yang dipandu oleh Ibu Nadia Cahaya Amanda, M.Sos., berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta, baik melalui pertanyaan langsung maupun kolom chat. Beberapa kesimpulan penting dari pemparan Dr. Khazri antara lain bahwa umat Islam tidak diperkenankan mengambil fatwa dari kecerdasan buatan, sebagaimana merujuk pada kesepakatan Majelis Ulama. Kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung misi dakwah rahmatan lil ‘alamin, karena teknologi tersebut berpotensi menjadi maslahah (kebaikan) maupun mafsadah (kerusakan). Oleh karena itu, AI tidak boleh menggantikan peran murabbi, mursyid, dan ‘alim (orang berilmu dan guru). Manusia harus mampu mengendalikan AI, bukan justru dikendalikan olehnya.

Melalui webinar internasional ini, Program Studi Manajemen Dakwah STAI Terpadu Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi sivitas akademika agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak dalam kegiatan dakwah yang berlandaskan aqidah shohihah, akhlaqul karimah, dan nilai rahmatan lil ‘alamin. Dengan menghadirkan pembicara dari luar negeri, STAI Terpadu Yogyakarta juga berharap sivitas akademika memperoleh wawasan dan pengetahuan yang lebih luas dalam menghadapi tantangan dakwah di era digital.






