SEMINAR INTERNATIONAL KOMUNIKASI ISLAM: ETIKA BERBAHASA DALAM KOMUNIKASI

Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) mengadakan Seminar Online Komunikasi Islam pada hari Rabu pagi, 04 Februari 2026, pukul 09:00 UTC+8, dan 08:00 WIB, melalui Google Meeting. Acara ini diikuti oleh mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), mahasiswa STAI Terpadu Yogyakarta, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Riau, dan para dosen, serta dipandu oleh narasumber Dr. Khazri bin Osman, yang merupakan senior lecturer di fakulti pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Seminar ini menghadirkan dua pemateri dari Indonesia, yaitu Nadia Cahaya Amanda, M.Sos. dari STAI Terpadu Yogyakarta, Indonesia, dan Desi Pajrianti, M.Soc.Sc. dari IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Riau, Indonesia. Tujuan diadakannya seminar ini ialah untuk bertukar ilmu serta menambahkan wawasan kelimuan tentang komunikasi Islam kepada Mahasiswa/I Malaysia maupun Indonesia.

Pemateri pertama oleh Nadia Cahaya Amanda, M.Sos, membahas tentang “Bahasa Terlarang dalam Komunikasi Lisan dan Media: Cabaran Etika Komunikasi Islam”, beliau menekankan pentingnya menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam berkomunikasi lisan maupun bermedia, karena setiap yang kata-kata yang diucapkan maupun perbuatan yang dilakukan, akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

Selanjutnya Desi Pajrianti, M.Soc. Sc. membahas tentang etika Komunikasi Islam, yang mana beliau menjelaskan bahwa dalam berkomunikasi ada komponen komunikasi di dalamnya, yaitu da’i, mad’u, pesan, feedback, media, hambatan dalam komunikasi, dan pengaruhnya bagi mad’u. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menerapkan prinsip-prinsip etika komunikasi Islam seperti qaulan sadidan (perkataan yang benar), qaulan layuinan (perkataan yang lembut), qaulan Kariman (perkataan yang mulia), serta bertanggungjawab atas apa yang diucapkan.