Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan signifikan dalam dunia jurnalisme, khususnya dalam kecepatan produksi dan distribusi informasi. Namun, di tengah kemudahan tersebut, tantangan dalam menjaga akurasi, etika, dan kepercayaan publik semakin besar. Hal ini menjadi fokus dalam kegiatan Voice of Ramadan Sesi IV yang mengangkat tema “Jurnalisme di Era AI: Menjaga Akurasi, Etika, dan Kepercayaan Publik”, yang diselenggarakan pada Senin, 16 Maret 2026, pukul 13.00–15.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Umi Adibah Munawwaroh, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UNUJA Probolinggo, yang memandu jalannya diskusi secara komunikatif dan interaktif. Acara diawali dengan keynote speech dari Dr. Ahmad Fawait, M.Th.I., selaku Dekan Fakultas Agama Islam UNUJA Probolinggo.
Dalam pemaparannya, Dr. Ahmad Fawait menegaskan bahwa kehadiran AI tidak bisa dihindari dalam dunia jurnalistik. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat, sementara nilai-nilai dasar jurnalisme seperti kejujuran, akurasi, dan tanggung jawab tetap harus dijaga. “Jurnalis harus mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan integritasnya,” ungkapnya.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari berbagai perguruan tinggi, yaitu Nur Hasyim Maulidah, M.Sos dari STIDKI NU Indramayu, Nadhiroh, S.Sos.I., M.I.Kom dari STAIMAS Wonogiri, serta Putri Isma Indriyani, M.Sos dari STAI Terpadu Yogyakarta.
Dalam sesi diskusi, para narasumber mengulas berbagai tantangan dan peluang jurnalisme di era AI, mulai dari pemanfaatan teknologi dalam produksi berita, potensi penyebaran misinformasi, hingga pentingnya literasi digital bagi jurnalis dan masyarakat. Selain itu, ditekankan pula pentingnya menjaga etika jurnalistik agar kepercayaan publik tetap terpelihara di tengah derasnya arus informasi digital.
Kegiatan ini juga menjadi sesi terakhir dalam rangkaian Voice of Ramadan, yang telah menghadirkan berbagai tema menarik seputar dakwah dan komunikasi digital sepanjang bulan Ramadan. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab yang membahas isu-isu aktual seputar jurnalisme dan teknologi.

Sebagai kegiatan yang terbuka untuk umum, acara ini memberikan banyak manfaat, mulai dari wawasan keilmuan (beneficial knowledge), perluasan jejaring (networking opportunity), hingga e-sertifikat bagi peserta.
Melalui penutupan rangkaian Voice of Ramadan ini, diharapkan para peserta, khususnya generasi muda, mampu memahami dinamika jurnalisme di era AI serta tetap berkomitmen menjaga akurasi, etika, dan kepercayaan publik dalam setiap praktik komunikasi dan penyebaran informasi.






