Momentum Ramadan kembali dimanfaatkan sebagai ruang penguatan dakwah melalui kegiatan Voice of Ramadan Sesi II yang mengangkat tema “Speak To Inspire: Seni Berbicara yang Menggerakkan Perubahan”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 4 Maret 2026, pukul 13.00–15.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting.
Acara ini dipandu oleh Tuminih, M.Pd., selaku Sekretaris Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam STIDKI NU Indramayu yang memoderatori jalannya diskusi dengan hangat dan interaktif. Sementara itu, keynote speech disampaikan oleh Ketua STIDKI NU Indramayu, H. Supendi Sami’an, S.E., M.M.
Dalam sambutannya, H. Supendi Sami’an menekankan pentingnya kemampuan berbicara sebagai instrumen utama dalam dakwah. Ia menyampaikan bahwa seni berbicara yang baik bukan hanya soal retorika, tetapi juga bagaimana pesan dapat menyentuh hati, menginspirasi, serta mendorong perubahan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber kompeten dari empat perguruan tinggi swasta, yakni Dr. Abu Khaer, M.A., Hum. dari UNUJA Probolinggo, Atik Nur Fatmawati, S.E., M.I.Kom. dari STAIMAS Wonogiri, serta Dicky Artanto, M.Pd., C.PS. dari STAI Terpadu Yogyakarta.
Dalam sesi pemaparan, para narasumber mengulas pentingnya public speaking dalam dakwah digital, mulai dari teknik menyampaikan pesan yang persuasif, membangun kepercayaan audiens, hingga strategi komunikasi yang inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman. Mereka juga menyoroti bahwa dakwah di era digital menuntut kemampuan berbicara yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif dan mampu membangun keterlibatan audiens.
Kegiatan yang terbuka untuk umum ini disambut antusias oleh peserta dari berbagai daerah. Selain memperoleh wawasan keilmuan yang bermanfaat (beneficial knowledge), peserta juga mendapatkan kesempatan memperluas jaringan (networking opportunity) serta e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi keikutsertaan.
Melalui Voice of Ramadan Sesi II ini, diharapkan lahir para dai dan komunikator yang mampu menyampaikan dakwah secara efektif, menginspirasi perubahan, serta berkontribusi dalam membangun peradaban melalui narasi digital yang kuat dan berdampak luas, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.






