STAI Terpadu Yogyakarta Gelar Workshop Pendampingan Penyusunan Proposal Hibah Publikasi Ilmiah dan Pengabdian Masyarakat Program RISE Tahun Anggaran 2026

Akselerasi Mutu, Akuntabilitas, dan Daya Saing Global Publikasi PTKI melalui Skema SBM 2026

Penulis: Tim Humas STAI Terpadu Yogyakarta  |  Senin, 30 Maret 2026

YOGYAKARTA — Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu (STAI Terpadu) Yogyakarta sukses menyelenggarakan Workshop Pendampingan Penyusunan Proposal Hibah Publikasi Ilmiah dan Pengabdian Masyarakat Program RISE (Research Innovation & Scientific Enhancement) Berbasis Standar Biaya Masukan (SBM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung pada Senin, 30 Maret 2026, dan diikuti oleh para dosen serta tenaga peneliti di lingkungan STAI Terpadu Yogyakarta dengan antusias tinggi.

Latar Belakang dan Urgensi Kegiatan

Dalam kerangka penguatan kapasitas riset dan pengabdian masyarakat di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Kementerian Agama Republik Indonesia melalui program RISE memberikan skema bantuan hibah berbasis Standar Biaya Masukan (SBM). Program strategis ini menjadi peluang besar bagi para dosen untuk menghasilkan karya ilmiah berkualitas sekaligus mengembangkan program pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Merespons peluang tersebut, STAI Terpadu Yogyakarta secara proaktif menginisiasi kegiatan workshop pendampingan ini sebagai wujud komitmen kelembagaan dalam mendorong produktivitas akademik para dosen. Kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai forum informatif, melainkan sebagai ruang pendampingan intensif yang membekali para peserta dengan pemahaman teknis, substantif, dan strategis dalam menyusun proposal yang kompetitif.

Tema Kegiatan

Workshop ini diselenggarakan di bawah tema:

“Akselerasi Peningkatan Mutu, Akuntabilitas, dan Daya Saing Global Publikasi Ilmiah dan Pengabdian Masyarakat pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) melalui Implementasi Skema Standar Biaya Masukan (SBM) Tahun Anggaran 2026”

Tema ini mencerminkan visi besar STAI Terpadu Yogyakarta untuk menjadikan perguruan tinggi keagamaan Islam sebagai institusi yang tidak hanya unggul secara lokal, tetapi juga mampu bersaing dan diakui di tingkat global melalui karya ilmiah dan program pengabdian yang bermutu tinggi.

Narasumber dan Moderator

Workshop ini menghadirkan Dr. Kharis Syuhud Mujahada, M.Pd. sebagai narasumber utama. Beliau merupakan akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang penelitian, penulisan karya ilmiah, serta pengelolaan hibah di lingkungan perguruan tinggi. Jalannya sesi pendampingan dipandu oleh Putri Isma Indriyani, M.Sos. selaku moderator yang memimpin diskusi dengan dinamis, terarah, dan komunikatif.

Dalam pemaparannya, Dr. Kharis Syuhud Mujahada, M.Pd mengulas secara mendalam sejumlah aspek krusial yang perlu dikuasai oleh para calon pengusul proposal, mulai dari kerangka regulasi program RISE, teknik penyusunan latar belakang yang kuat, penyusunan anggaran berbasis SBM yang akuntabel, hingga strategi menentukan luaran yang realistis namun tetap ambisius dan berdaya saing.

Pandangan Bidang Kerjasama: Momentum Strategis bagi STAI Terpadu

Denas Hasman Nugraha, M.E.K. selaku penanggung jawab bidang Kerjasama STAI Terpadu Yogyakarta, menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini merupakan bagian dari agenda kelembagaan yang direncanakan secara matang. Dalam wawancara usai kegiatan, beliau menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar formalitas, melainkan investasi nyata bagi pengembangan kapasitas akademik dosen.

“Kami di bidang kerjasama sangat mendukung penuh kegiatan pendampingan seperti ini. Program RISE adalah peluang emas yang tidak boleh dilewatkan oleh para dosen kami. Dengan adanya pendampingan yang sistematis dan terstruktur, kami berharap semakin banyak proposal dari STAI Terpadu Yogyakarta yang berhasil lolos seleksi dan mendapatkan pendanaan. Ini bukan hanya tentang anggaran ini tentang bagaimana kita membangun reputasi akademik lembaga di tingkat nasional bahkan internasional.”

— Denas Hasman Nugraha, M.Ek, Bidang Kerjasama STAI Terpadu Yogyakarta

Lebih lanjut, Denas Hasman Nugraha, M.E.K. menjelaskan bahwa bidang kerjasama STAI Terpadu Yogyakarta terus berupaya membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk memfasilitasi akses informasi terkait program hibah dan bantuan penelitian dari Kementerian Agama maupun lembaga lainnya. Workshop ini merupakan salah satu bentuk nyata sinergi tersebut, yang diharapkan dapat berlanjut dalam program pendampingan pasca workshop secara berkelanjutan.

Suara Para Dosen: Antusias dan Penuh Harapan

Kegiatan workshop ini mendapat sambutan hangat dari para dosen peserta. Beberapa di antaranya berbagi kesan dan harapan mereka setelah mengikuti sesi pendampingan.

Salah seorang dosen peserta dari program studi Manajemen Pendidikan Islam mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan workshop ini.

“Selama ini kami sebenarnya sudah memiliki ide-ide penelitian yang cukup potensial, tetapi sering kali terkendala dalam hal teknis penulisan proposal dan penyusunan anggaran yang sesuai standar. Workshop ini benar-benar membuka mata kami. Penjelasan dari Dr. Kharis sangat aplikatif dan langsung bisa kami terapkan. Saya optimistis proposal yang kami susun kali ini akan jauh lebih kuat dari sebelumnya.”

— Dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, STAI Terpadu Yogyakarta

Dosen lain dari bidang Ekonomi Syariah juga menyampaikan apresiasinya, terutama terkait sesi diskusi yang menurutnya sangat membuka wawasan.

“Yang paling berkesan bagi saya adalah ketika narasumber menjelaskan bagaimana menyinkronkan antara tema penelitian, metode, luaran, dan anggaran secara koheren. Sering kali kita membuat proposal yang bagus di satu sisi, tetapi lemah di sisi lain. Sekarang saya punya gambaran yang jauh lebih utuh tentang apa yang dinilai oleh reviewer. Terima kasih kepada STAI Terpadu yang sudah memfasilitasi kegiatan seperti ini.”

— Dosen Program Studi Manajemen Dakwah, STAI Terpadu Yogyakarta

Sementara itu, seorang dosen senior yang telah memiliki pengalaman dalam pengajuan proposal hibah sebelumnya memberikan perspektif yang lebih reflektif.

“Saya sudah beberapa kali mengajukan proposal hibah, namun belum semuanya berhasil. Setelah mengikuti workshop ini, saya baru menyadari beberapa kelemahan mendasar dalam proposal-proposal saya terdahulu, terutama dalam hal relevansi dengan prioritas nasional dan kesesuaian dengan skema SBM. Pendampingan seperti ini sangat penting dan semestinya diadakan secara rutin setiap tahun.”

— Dosen Senior, STAI Terpadu Yogyakarta

Substansi Materi Pendampingan

Secara substansial, Dr. Kharis Syuhud Mujahada, M.Pd mengurai lima pilar utama yang menjadi fokus pendampingan dalam workshop ini:

  • Pemahaman Regulasi dan Pedoman Teknis Program RISE, para peserta dipandu untuk memahami secara komprehensif regulasi, petunjuk teknis, serta ketentuan SBM yang menjadi acuan resmi dalam penyusunan proposal dan penganggaran.
  • Penyusunan Latar Belakang dan Perumusan Masalah yang Kuat, narasumber menekankan pentingnya membangun argumen akademik yang solid, didukung data empiris yang relevan, dan berangkat dari gap penelitian yang jelas.
  • Akuntabilitas dan Kesesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB), peserta dibimbing menyusun RAB yang transparan, akuntabel, dan selaras dengan SBM Tahun Anggaran 2026, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun substantif.
  • Strategi Penentuan Luaran Publikasi Ilmiah, para dosen didorong untuk menargetkan luaran berupa publikasi pada jurnal bereputasi nasional dan internasional, serta memahami cara mengklasifikasikan dan memetakan target luaran tersebut dalam proposal.
  • Desain Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Kebutuhan Riil, narasumber menekankan bahwa program pengabdian yang kuat harus berangkat dari analisis kebutuhan masyarakat secara mendalam dan menawarkan solusi yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

Jalannya Kegiatan

Workshop berlangsung secara interaktif dan penuh dinamika. Moderator Putri Isma Indriyani, M.Sos. berhasil menciptakan atmosfer diskusi yang hangat namun tetap fokus dan produktif. Sesi tanya jawab yang berlangsung cukup panjang mencerminkan tingginya antusias dan keingintahuan para peserta. Berbagai pertanyaan teknis maupun strategis dilontarkan, mulai dari cara menyusun state of the art penelitian yang kuat, strategi kolaborasi antar peneliti, hingga cara memilih jurnal target yang tepat sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Dr. Kharis Syuhud Mujahada, M.Pd. merespons setiap pertanyaan dengan sabar, mendalam, dan disertai contoh-contoh konkret yang mudah dipahami. Beliau juga mendorong para peserta untuk tidak ragu berkolaborasi lintas program studi, karena riset yang bersifat interdisipliner cenderung lebih kuat dan kompetitif dalam seleksi hibah nasional.

Tindak Lanjut dan Harapan ke Depan

STAI Terpadu Yogyakarta menegaskan bahwa pendampingan tidak akan berhenti pada workshop ini. Bidang Kerjasama melalui Denas Hasman Nugraha, M.E.K. mengkonfirmasi akan ada sesi lanjutan berupa klinik proposal dan konsultasi individual bagi para dosen yang memerlukan bimbingan lebih intensif sebelum batas akhir pengajuan. Hal ini merupakan wujud keseriusan lembaga dalam memastikan setiap proposal yang diajukan memiliki kualitas terbaik.

Melalui serangkaian inisiatif ini, STAI Terpadu Yogyakarta berkomitmen untuk terus mengakselerasi budaya riset dan pengabdian yang bermutu, akuntabel, dan berdaya saing global, sejalan dengan visi besar menjadikan PTKI sebagai pusat keunggulan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang diakui secara internasional.

Diliput oleh: Tim Humas STAI Terpadu Yogyakarta  |  Senin, 30 Maret 2026

Narasumber: Dr. Kharis Syuhud Mujahada, M.Pd  |  Moderator: Putri Isma Indriyani, M.Sos  |  Kerjasama: Denas Hasman Nugraha, M.Ek