Yogyakarta — STAI Terpadu Yogyakarta yang diwakili oleh pustakawan Diana Ratna Trisnawati menghadiri kegiatan Seminar Nasional dan Musyawarah Wilayah (Muswil) IX yang diselenggarakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu, 22 April 2026.
Perpustakaan STAI Terpadu Yogyakarta merupakan salah satu dari lima perpustakaan di bawah naungan Kementerian Agama yang tergabung sebagai anggota FPPTI DIY sejak tahun 2022. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan melalui jejaring profesional.
Kegiatan diselenggarakan di Auditorium Lantai 3 STIKES Bethesda Yakkum dengan mengusung tema “Kecerdasan Buatan dan Pendidikan Tinggi: Membangun Komunikasi Pelayanan yang Humanis, Integritas, dan Bertanggung Jawab.” Tema tersebut dinilai relevan dengan perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan pendidikan tinggi.
Dalam sesi seminar, para narasumber menyampaikan berbagai perspektif terkait pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan tanpa mengabaikan aspek etika dan nilai kemanusiaan. Nurlia Ikaningtyas menekankan pentingnya integritas dalam penggunaan teknologi di lingkungan akademik. Sementara itu, Erik Hadi Saputra memaparkan strategi optimalisasi AI dalam mendukung efektivitas layanan informasi di perguruan tinggi.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan dipandu oleh moderator C. Hudianto, sehingga menghasilkan pembahasan yang aplikatif dan kontekstual.
Selain meningkatkan wawasan, partisipasi dalam kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring antarperpustakaan perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Interaksi dengan berbagai institusi membuka peluang kolaborasi, khususnya dalam pengembangan layanan berbasis teknologi.
Setelah sesi seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) IX FPPTI DIY yang membahas laporan kepengurusan periode 2023–2026 serta pemilihan Ketua FPPTI DIY periode 2026–2029. Dalam musyawarah tersebut, Risty Prasetyawati dari Perpustakaan Universitas Jenderal Achmad Yani terpilih sebagai ketua.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan layanan perpustakaan yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, sekaligus tetap menjunjung tinggi prinsip profesionalisme, integritas, dan pelayanan yang humanis.
Ke depan, hasil dari seminar serta keterlibatan aktif dalam FPPTI DIY diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di lingkungan kampus, serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat informasi yang inovatif dan terpercaya di era digital.






