Penguatan Ukhwah dan Kompetensi Sosial Budaya Mahasiswa Melalui Rihlah Dewan Mahasiswa STAI Yogyakarta

Kegiatan Rihlah Dewan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu Yogyakarta Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung dengan lancar pada Jumat–Sabtu, 1–2 Mei 2026, di kawasan wisata Tebing Breksi. Kegiatan yang merupakan program kerja Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia DEMA ini diikuti sekitar lima puluh mahasiswa yang terdiri atas pengurus DEMA dan perwakilan mahasiswa dari berbagai angkatan.  

Tema kegiatan, “Menguatkan Ukhuwah, Menambah Wawasan, Mengukir Inspirasi,” tercermin dalam setiap agenda yang dilaksanakan. Selain menjadi sarana rekreasi edukatif, kegiatan ini juga menjadi media pembentukan karakter sosial, spiritual, dan organisatoris mahasiswa.

Pada hari pertama, 1 Mei 2026, peserta berkumpul di kampus untuk mengikuti pelepasan resmi sebelum bertolak menuju lokasi kegiatan. Setibanya di lokasi, panitia memberikan pengarahan teknis sekaligus membagi kelompok tenda agar peserta dapat berkoordinasi dengan baik dalam tim masing-masing. Peserta kemudian mendirikan tenda secara gotong royong, menata perlengkapan pribadi, serta menjaga kebersihan area perkemahan sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Menjelang sore, seluruh peserta melaksanakan shalat berjamaah sebagai wujud bahwa kegiatan ini tetap berlandaskan nilai-nilai religius.

Malam harinya diisi dengan membaca buku bersama, makan malam kolektif, serta pentas kebersamaan yang menampilkan kreativitas mahasiswa. Suasana keakraban semakin terasa ketika setiap kelompok menampilkan hiburan sederhana yang mencairkan suasana dan mempererat relasi emosional antarpeserta. Hari pertama ditutup dengan istirahat yang tertib untuk mempersiapkan kegiatan pada esok hari.

Memasuki hari kedua, 2 Mei 2026, kegiatan dimulai dengan shalat Subuh berjamaah dan kuliah subuh yang disampaikan oleh Tsaqif Nur Maghribi, mahasiswa Manajemen Dakwah semester 4, dengan tema “Sikap terhadap Kemungkaran”. Kemudian agenda dilanjutkan dengan senam pagi dan kegiatan outbound yang dirancang untuk melatih kekompakan, komunikasi tim, serta kepemimpinan mahasiswa dalam situasi lapangan.

Setelah kegiatan outbound, peserta bersiap melakukan proses check-out dengan tetap menjaga kebersihan area perkemahan. Sebelum meninggalkan lokasi, peserta melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah sebagai penutup rangkaian ibadah selama kegiatan berlangsung. Seluruh peserta kemudian kembali ke kampus dengan membawa pengalaman kebersamaan yang berkesan.

Kegiatan ini menjadi sarana refleksi bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi sosial dan pengalaman lapangan yang bermakna. Nilai-nilai kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan religiusitas tampak nyata dalam setiap aktivitas peserta selama dua hari kegiatan. Melalui kegiatan ini, DEMA STAIT Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program yang edukatif, inspiratif, dan menjunjung nilai kebersamaan.