STAI Terpadu Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Batch 3 pada Jumat, 22 Mei 2026 bertempat di Ruang Senat STAI Terpadu Yogyakarta. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB dengan menghadirkan Nasiwan sebagai narasumber utama.
FGD dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, di antaranya Danang Dwiprasetyo selaku Ketua Senat STAI Terpadu Yogyakarta, Syarif Hidayat selaku Ketua STAI Terpadu Yogyakarta, Rz. Ricky Satria Wiranata selaku Wakil Ketua I, Denas Hasman Nugraha selaku Wakil Ketua II, Adin Suryadin selaku Kepala Career Centre, serta Rubini selaku Kepala Unit Penjaminan Mutu.
Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas secara mendalam mengenai pengembangan paradigma keilmuan dan kurikulum pendidikan Islam berbasis tauhid sebagai fondasi integrasi ilmu dan agama. Narasumber menyoroti pentingnya membangun sistem pendidikan Islam yang tidak terjebak pada sekularisasi ilmu maupun dominasi paradigma Barat dalam dunia akademik.
FGD juga menekankan bahwa tauhid harus menjadi landasan utama dalam seluruh proses pendidikan, baik dalam pengembangan kurikulum, metode pembelajaran, budaya akademik, maupun sistem evaluasi. Selain itu, integrasi ilmu agama dan ilmu umum dipandang sebagai langkah strategis untuk melahirkan generasi muslim yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan ilmu, serta akhlak mulia.
Kegiatan berlangsung secara aktif dan dialogis. Para peserta memberikan berbagai pandangan dan masukan terkait tantangan implementasi integrasi ilmu, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia hingga minimnya bahan ajar yang integratif.
Melalui FGD Batch 3 ini, STAI Terpadu Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi Islam yang unggul, integratif, dan berorientasi pada pembentukan peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin.







