Berjalan Sejak Maret 2026, Dosen STAI Terpadu Yogyakarta Konsisten Gelar Kajian Rutin Rabu Malam di Bodeh Gamping

SLEMAN, 16 JUNI 2026 – Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Terpadu Yogyakarta secara konsisten menyelenggarakan kegiatan keagamaan berbasis masyarakat. Salah satu program unggulan yang telah berjalan aktif sejak bulan Maret 2026 lalu adalah Kajian Rutin setiap Rabu malam (malam Kamis) yang bertempat di Masjid Darus Sholihin, Dusun Bodeh, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman.

Kajian rutin yang telah memasuki bulan keempat pelaksanaan ini menyasar warga lokal dan bertujuan untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus mempererat tali silaturahmi. Seluruh rangkaian acara ini dikelola secara mandiri oleh sivitas akademika kampus, di mana dosen-dosen STAI Terpadu Yogyakarta bertindak langsung sebagai panitia penyelenggara di isi oleh Ust. M. Faqih Imanuddin, Lc. M.E secara langsung.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat STAI Terpadu Yogyakarta menyampaikan bahwa pemilihan Masjid Darus Sholihin di Desa Bodeh ini didasarkan pada komitmen kampus untuk memberikan pendampingan yang berkelanjutan di wilayah binaan.

“Kami memulai program ini sejak Maret 2026 dengan komitmen jangka panjang. Kami ingin ilmu-ilmu keislaman yang dikembangkan di dalam kampus dapat membumi dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Melalui kajian setiap Rabu malam, para dosen tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga belajar mendengar dan menyelami langsung dinamika sosial-keagamaan yang ada di tengah warga,” ujarnya.

Materi yang disampaikan dalam kajian ini dikemas secara ringan namun berbobot, Materi kajian yang disampaikan tentang siroh nabawiyah. Pendekatan yang dialogis membuat warga leluasa untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan agama yang dihadapi sehari-hari.

Takmir Masjid Darus Sholihin menyampaikan rasa syukur atas konsistensi program yang sudah berjalan beberapa bulan ini. Menurutnya, kehadiran para dosen sebagai pemateri memberikan warna baru dan menambah semangat warga untuk memakmurkan masjid.

“Sejak dimulai bulan Maret lalu, warga sangat antusias menghadiri kajian ini setiap pekan. Penjelasan dari bapak-ibu dosen STAI Terpadu Yogyakarta sangat jelas, mudah dipahami, dan menjawab kebutuhan spiritual kami di sini,” ungkapnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang terstruktur dan berkelanjutan ini diharapkan dapat terus berjalan secara istikamah, sehingga Masjid Darus Sholihin tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat syiar dan edukasi Islam yang mencerahkan di wilayah Gamping dan sekitarnya.