Dalam rangka memperkuat pembinaan karakter, spiritualitas, dan kompetensi keilmuan mahasiswa, Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu (STAIT) Yogyakarta bekerja sama dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Cordova secara rutin menyelenggarakan Kajian Tafsir Sabtu Pagi (KTSP) yang dilaksanakan setiap hari Sabtu pagi secara berkala, satu kali dalam sepekan, bertempat di Musholla Cordova STAIT Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Toyyib Al Hafidz sebagai pemateri dan terbuka bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum.
Program Kajian Tafsir Sabtu Pagi merupakan salah satu implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan, pembinaan kemahasiswaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kajian yang berfokus pada pendalaman Al-Qur’an dan tafsirnya, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengintegrasikan wawasan keilmuan dengan pembinaan akhlak dan spiritualitas yang menjadi karakter utama pendidikan tinggi Islam.

Sebagai program pembinaan mahasiswa, KTSP dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi kepribadian, kepemimpinan, dan religiusitas mahasiswa. Materi yang disampaikan tidak hanya memberikan pemahaman terhadap kandungan ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan akademik maupun sosial. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nonformal yang melengkapi proses pembelajaran di dalam kelas.
Keunikan kegiatan ini terletak pada metode pelaksanaannya yang partisipatif. Setelah penyampaian materi tafsir oleh narasumber, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi kecil (small group discussion) untuk mendalami materi yang telah disampaikan. Pada sesi ini, mahasiswa dan masyarakat diberikan kesempatan untuk berdialog, bertukar pandangan, mengajukan pertanyaan, serta mengkaji relevansi pesan-pesan Al-Qur’an dengan berbagai fenomena kehidupan kontemporer. Metode ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, dan kolaborasi dalam suasana yang edukatif dan religius.

Di samping berfungsi sebagai media pembinaan mahasiswa, KTSP juga menjadi wadah pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat umum dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen STAIT Yogyakarta dalam menghadirkan layanan edukasi keislaman yang terbuka dan inklusif. Melalui forum kajian ini, perguruan tinggi berperan aktif dalam menyebarluaskan pemahaman Islam yang moderat, berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan KTSP secara rutin setiap pekan telah menjadi bagian dari budaya akademik dan keagamaan di lingkungan STAIT Yogyakarta. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara sivitas akademika dan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pengembangan atmosfer akademik yang religius, dialogis, dan berorientasi pada pembentukan insan yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Melalui program Kajian Tafsir Sabtu Pagi, STAIT Yogyakarta terus berupaya mewujudkan pendidikan tinggi Islam yang integratif, yaitu pendidikan yang memadukan penguatan ilmu pengetahuan, pengembangan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan keberlanjutan program yang dilaksanakan setiap minggu, diharapkan lahir generasi muslim yang memiliki kedalaman ilmu, kematangan spiritual, dan kemampuan berkontribusi secara positif bagi umat dan bangsa.






