Resmi Dilantik, Pengurus Baru DEMA STAIT Yogyakarta Siap Jalankan Transformasi Organisasi yang Adaptif dan Inovatif

YOGYAKARTA, 14 JUNI 2026 – Roda estafet kepemimpinan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu (STAIT) Yogyakarta resmi berpindah tangan. Pasca-suksesnya gelaran Musyawarah Besar (Mubes) dan pemilihan demokratis pekan lalu, jajaran pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIT Yogyakarta Periode 2026/2027 resmi dilantik pada Sabtu, 13 Juni 2026. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Kampus STAIT Yogyakarta ini menandai dimulainya era baru reposisi gerakan mahasiswa yang adaptif dan inovatif.

Acara diawali dengan sesi persiapan oleh panitia pada pukul 07.00 – 08.00 WIB, dilanjutkan dengan pembukaan formal oleh M. Ridwan selaku MC pada pukul 08.00 – 09.30 WIB. Suasana sakral kian terasa saat Ismail Abdul Azis mengumandangkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yang kemudian disusul dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars STAIT Yogyakarta yang dipandu oleh dirigen Balqis Savana Noviana.

Memasuki agenda inti pada pukul 09.40 WIB, Koordinator Kemahasiswaan STAIT Yogyakarta, Saiful Huda, S.Pd., Gr., M.Sc., secara resmi memimpin prosesi pelantikan serta serah terima jabatan pengurus DEMA STAIT masa bakti 2026-2027 kepada pengurus DEMA STAIT terpilih. Setelah pengucapan sumpah jabatan, Presiden DEMA STAIT Yogyakarta Periode 2026-2027 terpilih memberikan sambutan perdananya yang penuh semangat optimisme di hadapan fungsionaris baru.

Ketua STAIT Yogyakarta, Syarif Hidayat, M.Pd., M.S.I., dalam pidato sambutan dan pengarahan strategisnya selain beliau berpesan agar selalu menjaga nama baik kampus, menjalin kolaborasi, beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara visi akademik kampus dan gerakan kemahasiswaan demi menjawab tantangan eksternal yang kian dinamis. “Selamat kepada seluruh pengurus DEMA Periode 2026/2027 yang telah resmi dilantik. Kami berharap momentum ini menjadi langkah awal perwujudan tema besar yang kalian usung, yaitu transformasi kepemimpinan menuju organisasi yang adaptif dan inovatif. DEMA harus mampu menjadi jembatan aspirasi yang solid, menjadi laboratorium kepemimpinan yang berintegritas, serta senantiasa menghadirkan inovasi program kerja yang berdampak nyata, baik bagi internal kampus maupun masyarakat luas,” ujar Syarif Hidayat, M.Pd., M.S.I.

Prosesi pelantikan ini dihadiri oleh perwakilan pimpinan institusi, ketua program studi, serta UKM di lingkungan STAIT Yogyakarta. Dengan selesainya pelantikan ini, DEMA STAIT Yogyakarta siap melangkah cepat menyusun rapat kerja guna mengaktualisasikan program-program strategis yang bernafaskan nilai-nilai intelektualitas keislaman, pengabdian, dan kepedulian sosial.