STAI Terpadu Yogyakarta Hadiri Penjelasan Teknis Implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di Universitas Negeri Yogyakarta

YOGYAKARTA — STAI Terpadu Yogyakarta mengikti agenda penguatan karakter berbasis budaya lokal melalui kegiatan Penjelasan Teknis Implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara tersebut dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Gedung Rektorat Lantai 2 Universitas Negeri Yogyakarta.

Kegiatan ini menghadirkan tokoh utama dan jajaran pimpinan daerah sebagai pengisi acara, yaitu:

  1. Sri Sultan Hamengku Buwono X (Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta)
  2. Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. (Ketua Dewan Pendidikan DIY)

Pada kegiatan ini, STAI Terpadu Yogyakarta diwakili olh Endah Tri Wahyuningsih, M.Pd. (Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini / PIAUD) dan Nadia Cahaya Amanda, M.Sos. (Prodi Manajemen Dakwah)

Kegiatan ini berfokus pada pembahasan kerangka dasar serta landasan filosofis PKJ. Penjelasan materi menggarisbawahi pentingnya pengintegrasian nilai-nilai luhur budaya Yogyakarta, seperti filosofi Hamemayu Hayuning Bawana, Sangkan Paraning Dumadi, hingga prinsip kepemimpinan Hamangku, Hamengku, Hamengkoni, ke dalam iklim akademik dan kurikulum perguruan tinggi. Selain penyampaian materi filosofis dan regulasi, para peserta diajak mengikuti sesi diskusi kelompok serta panduan teknis penyusunan rancangan implementasi PKJ di kampus masing-masing. Pembahasan juga mencakup strategi praktis penerapan PKJ di lingkungan kampus, khususnya melalui:

  • Tri Dharma Perguruan Tinggi:
    • Pendidikan dan Pengajaran: Pengintegrasian substansi nilai kejogjaan, etika, dan kebudayaan lokal ke dalam kurikulum serta bahan ajar mata kuliah relevan di setiap program studi.
    • Penelitian: Penguatan riset dan kaji keilmuan dosen maupun mahasiswa yang mengangkat kearifan lokal, sejarah, serta nilai-nilai budaya Yogyakarta dalam bingkai keislaman.
    • Pengabdian kepada Masyarakat (PkM): Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis budaya lokal dan pemecahan masalah kemasyarakatan dengan semangat gotong royong (golong gilig).
  • Program dan Kegiatan Kemahasiswaan:
    • Pembiasaan budaya tutur kata santun (unggah-ungguh), tata krama, dan kedisiplinan dalam kehidupan organisasi mahasiswa.
    • Penyelenggaraan kegiatan seni-budaya, keorganisasian, serta pelatihan kepemimpinan mahasiswa berbasis nilai Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh.
    • Kegiatan pengabdian mahasiswa di lingkungan masyarakat lokal (kampung/komunitas) yang berakar pada kearifan tempatan.

Melalui partisipasi perwakilan dosen tersebut, STAI Terpadu Yogyakarta berkomitmen untuk menyusun rancangan dan panduan implementasi PKJ di lingkungan kampus. Langkah strategis ini diharapkan mampu mensinergikan nilai-nilai keislaman dan keunggulan kearifan lokal Yogyakarta guna mencetak generasi lulusan yang beradab, berpengetahuan luas, serta berkarakter mulia