Petakan Kemampuan Bahasa Inggris, UPT Bahasa dan Diniyah STAI Terpadu Yogyakarta Gelar Placement Test TOEC bagi Mahasiswa Baru TA 2026/2027

Yogyakarta, 31 Oktober 2026

UPT Bahasa dan Diniyah STAI Terpadu Yogyakarta menyelenggarakan Placement Test of English Competency (TOEC) bagi mahasiswa reguler semester 1 Tahun Akademik 2026/2027 pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 15 dari total 18 mahasiswa reguler sebagai langkah awal untuk memetakan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa sebelum mengikuti program pembelajaran bahasa di perguruan tinggi. Kegiatan dibuka oleh Ketua UPT Bahasa dan Diniyah, Hanifah Noviandari, M.Pd., yang dalam arahannya menekankan pentingnya pelaksanaan tes sebagai instrumen untuk mengetahui kemampuan awal mahasiswa sekaligus menentukan kebutuhan pembelajaran yang sesuai.

Dalam arahannya, Hanifah Noviandari, M.Pd., menyampaikan, “Placement test ini penting untuk mengetahui sejauh mana kemampuan awal bahasa Inggris masing-masing mahasiswa. Hasil tes ini dapat menjadi dasar untuk menentukan program pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Selain itu, kemampuan bahasa Inggris juga perlu dipersiapkan sejak dini karena pemenuhan skor TOEC menjadi salah satu persyaratan untuk mengikuti ujian munaqasyah. Oleh karena itu, ikuti tes ini dengan sungguh-sungguh dan jadikan hasilnya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi bahasa Inggris.” Pelaksanaan tes berlangsung dengan pengawasan Wening Wibiayani, S.Pd. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan.

Melalui pelaksanaan placement test TOEC ini, UPT Bahasa dan Diniyah berharap dapat memperoleh gambaran objektif mengenai kemampuan awal bahasa Inggris mahasiswa sehingga program pembelajaran dan pendampingan dapat dirancang secara lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan tingkat kompetensi masing-masing. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri memenuhi standar skor TOEC sebagai salah satu persyaratan akademik, khususnya dalam menempuh ujian munaqasyah. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kompetensi bahasa Inggris secara bertahap sebagai bekal menunjang keberhasilan studi, memperluas akses terhadap literatur ilmiah, serta menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa mendatang.