Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Terpadu Yogyakarta menggelar Workshop Review Kurikulum Program Studi Manajemen Pendidikan Islam pada Kamis, 20 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau dan memperbarui kurikulum agar lebih relevan dengan perkembangan pendidikan Islam di era modern.

Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Zainal Arifin, M.S.I, seorang pakar dalam bidang manajemen pendidikan Islam, yang juga merupakan dosen di UIN Sunan Kalijaga dan Sekretaris Umum PPMPI. Dalam paparannya, Dr. Zainal Arifin menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini serta integrasi nilai-nilai Islam dalam sistem manajemen pendidikan. Kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi Kerjasama antara prodi MPI STAI Terpadu Yogyakarta dengan PPMPI.
Kegiatan yang berlangsung di aula STAI Terpadu Yogyakarta ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta pemangku kepentingan lainnya. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan memberikan masukan terkait pengembangan kurikulum yang lebih inovatif dan adaptif.
Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAI Terpadu Yogyakarta menyampaikan bahwa workshop ini diharapkan dapat menghasilkan kurikulum yang lebih sesuai dengan standar pendidikan tinggi dan kebutuhan industri Lembaga pendidikan. Selain itu, evaluasi kurikulum ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan agar lebih siap bersaing di dunia kerja.
Workshop ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia, dengan menyesuaikan kurikulum yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi Kerjasama antara prodi MPI STAI Terpadu Yogyakarta dengan PPMPI dan sebagai evaluasi kurikulum untuk perbaikan yang lebih baik lagi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lulusan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAI Terpadu Yogyakarta dapat menjadi tenaga profesional yang unggul dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam di masa depan.






