Yogyakarta – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Terpadu Yogyakarta terus menunjukkan komitmen akademiknya dalam memperkuat kolaborasi kelembagaan melalui bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Hal ini sejalan dengan dibukanya Program Bantuan Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran dan Program Bantuan PKM pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Tahun Anggaran 2025.
Sebagai respons konkret terhadap peluang ini, STAI Terpadu Yogyakarta telah mengajukan 6 proposal penelitian dan 5 proposal pengabdian kepada masyarakat, yang semuanya disusun dalam skema kolaboratif lintas perguruan tinggi. Proposal-proposal tersebut juga tersebar dalam berbagai klaster, mencerminkan ragam topik, pendekatan metodologis, dan kontribusi keilmuan serta sosial yang luas.
Proposal diajukan bersama mitra strategis seperti:
1. Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
2. IAIN Ponorogo
3. IIM Surakarta
4. Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah
5. STAI Terpadu Yogyakarta (sebagai koordinator dalam beberapa proposal)
Yang patut diapresiasi, keterlibatan ini tidak lepas dari peran proaktif para dosen STAI Terpadu Yogyakarta yang secara aktif menggagas, menyusun, dan membangun jejaring kerja sama dalam rangka peningkatan kapasitas akademik. Antusiasme dan inisiatif para dosen mencerminkan semangat kolektif untuk menjadikan penelitian dan pengabdian sebagai pilar utama pengembangan institusi.
Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian STAI Terpadu Yogyakarta, Dr. Kharis Syuhud Mujahada, M.Pd, menyatakan bahwa kolaborasi dan diversifikasi klaster merupakan langkah strategis dalam memperluas dampak dan relevansi tridharma perguruan tinggi.
“Kami tidak hanya ingin terlibat secara administratif, tetapi juga substantif. Dengan menyasar berbagai klaster — mulai dari penguatan kapasitas kelembagaan, pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren, hingga inovasi digital keislaman — kami berharap setiap proposal benar-benar menyentuh kebutuhan nyata dan mendorong transformasi di masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua STAI Terpadu Yogyakarta, Syarif Hidayat, M.Pd., M.Si, memberikan apresiasi terhadap peran aktif dosen dan Unit Penelitian dalam memfasilitasi kegiatan riset dan PKM yang bersifat kolaboratif dan berdampak.
“Inisiatif ini adalah bentuk konkret dari visi kami untuk menjadikan STAI Terpadu sebagai pusat keilmuan Islam yang kolaboratif, unggul, dan berdampak. Keikutsertaan dalam berbagai klaster bukan hanya soal prestise akademik, tetapi juga cerminan semangat dosen yang luar biasa dalam membangun peradaban melalui ilmu dan pengabdian,” tegasnya.
Dengan langkah progresif ini, STAI Terpadu Yogyakarta optimis dapat memperluas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan keislaman dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing institusi di tingkat nasional. beritakan ini






