Yogyakarta — Sebanyak tujuh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Terpadu Yogyakarta resmi diterjunkan untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa, 10 September 2025. Mahasiswa yang diterjunkan adalah Ahsanul Ridho (22141010), Muhammad Fauzi (22141004), Syafiq Sahasika Soesetyo (22141009), Musdahlifa Donumo (22141017), Alya Hasna Hanifa (22141013), Siti Aminah (22141012), dan Khansa Azizatul Karima (22141014). Mereka akan ditempatkan sesuai unit kerja yang relevan dengan bidang keahlian dan kompetensi masing-masing.
Proses penerjunan berlangsung lancar di ruang pertemuan Kanwil Kemenag DIY. Setelah acara seremonial, mahasiswa langsung ditempatkan di unit kerja masing-masing untuk memulai praktik secara resmi. Acara ini dihadiri oleh Sihono, S.Ag, selaku Pranata Barang dan Jasa pada Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta beserta Deasy Atika Tri Utami,S.T. selaku Penyusun Rencana Kebutuhan Sarana dan Prasarana dari Kanwil Kemenag DIY, dan Dr. Kharis Syuhud Mujahada, M.Pd, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STAI Terpadu Yogyakarta.



Dalam sambutannya, H. Sihono menyampaikan apresiasi atas kepercayaan kampus. “Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa STAI Terpadu Yogyakarta. Semoga PPL ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata di unit kerja masing-masing,” ujarnya.
Dr. Kharis Syuhud Mujahada menegaskan bahwa PPL bukan hanya program akademik, melainkan juga wadah pengembangan kompetensi, pembentukan karakter, dan perluasan jejaring profesional mahasiswa. Ia menekankan pentingnya etos kerja, disiplin, dan inisiatif dalam melaksanakan tugas. “Belajarlah memahami iklim kerja yang kondusif. Laksanakan tugas tanpa harus disuruh, tetap disiplin meski tidak diawasi, dan milikilah inisiatif tanpa diminta atasan. Nilai-nilai ini menjadi kunci dalam memahami sekaligus menerapkan prinsip good governance,” tegasnya.
Selain itu, Dr. Kharis menekankan pentingnya kompetensi abad 21, yang dikenal dengan istilah 4C — Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration — yang optimal apabila dibarengi dengan Confident. Kepercayaan diri menjadi fondasi agar mahasiswa mampu mengaktualisasikan potensi yang dimiliki, baik di dunia kerja maupun kehidupan sosial.


Deasy Atika Syach menambahkan, mahasiswa PPL diharapkan mengedepankan sikap profesional, integritas, dan semangat belajar. “Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, mengasah kemampuan, dan memperluas jejaring kerja. Jaga disiplin, tunjukkan inisiatif, dan selalu berperilaku profesional. Pengalaman yang diperoleh akan menjadi bekal berharga menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan,” ujarnya.
Penerjunan PPL ini menjadi bukti nyata komitmen STAI Terpadu Yogyakarta dalam menjembatani dunia akademik dengan dunia kerja. Melalui kerja sama dengan Kementerian Agama, kampus berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga matang dalam pengalaman, karakter, dan integritas. Ke depan, STAI Terpadu Yogyakarta berkomitmen memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai instansi pemerintahan dan lembaga bonafide lainnya, guna memperkaya pengalaman mahasiswa serta membekali mereka dengan keterampilan manajerial yang relevan dengan kebutuhan zaman.






