Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Terpadu Yogyakarta melaksanakan agenda kunjungan silaturrahmi ke sejumlah Madrasah Aliyah (MA) di wilayah Kabupaten Sleman pada Rabu, 26 November 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dr. Kharis Syuhud Mujahada, didampingi oleh Dicky Artanto, M.Pd., serta Bapak Bowo sebagai perwakilan lembaga.Kunjungan ini menyasar tujuh madrasah yang menjadi mitra potensial dalam pengembangan pendidikan Islam, yaitu: MAN 4 Sleman, MAN 2 Sleman, MA Darussalam, MA Raudhotul Muttaqien, MA Sunan Pandanaran, MA Raden Fattah, dan MA Ibnu Sina. Pada setiap kunjungan, rombongan STAI Terpadu Yogyakarta disambut hangat oleh kepala madrasah, wakil kepala, dan para guru. Suasana dialog berlangsung akrab dan penuh antusiasme. Dalam penyampaiannya, Dr. Kharis menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah penting untuk membangun kedekatan sekaligus memperkuat jaringan pendidikan Islam di wilayah Sleman. “Silaturrahmi ini bukan hanya pertemuan formal, tetapi wujud komitmen STAI Terpadu Yogyakarta untuk bersinergi dengan madrasah dalam memajukan kualitas pendidikan. Kami ingin hadir sebagai mitra yang tumbuh bersama,” ujar Dr. Kharis dalam salah satu sesi dialog.
Pihak madrasah pun menyambut baik rencana kerja sama ini, terutama dalam hal penguatan karakter siswa, peningkatan kompetensi guru, serta penyediaan akses pendidikan tinggi bagi para lulusan. Dalam diskusi bersama pimpinan madrasah, STAI Terpadu Yogyakarta menawarkan beberapa bentuk kolaborasi, di antaranya: Program pembinaan dan pengembangan keterampilan siswa, seperti workshop motivasi, pelatihan public speaking, dan seminar keagamaan. Pemberdayaan guru, melalui kuliah tamu, pelatihan metodologi pembelajaran, dan pendampingan peningkatan kompetensi profesional. Penyediaan jalur informasi dan pendampingan studi lanjutan, khususnya bagi siswa kelas XII yang berminat melanjutkan studi ke jenjang S1 di STAI Terpadu Yogyakarta. Kegiatan akademik dan nonakademik bersama, seperti lomba keagamaan, riset kolaboratif sederhana, dan pengabdian masyarakat.


Dicky Artanto, M.Pd., menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi siswa madrasah untuk mengembangkan potensi mereka. “Kami ingin memastikan bahwa siswa/siswi madrasah memiliki akses pendidikan tinggi yang jelas dan berkualitas. STAI Terpadu siap menjadi rumah belajar bagi para alumni madrasah,” jelasnya. Selain memperkenalkan program studi yang tersedia, tim STAI Terpadu Yogyakarta juga menjelaskan berbagai fasilitas kampus, termasuk beasiswa, pembinaan organisasi mahasiswa, hingga peluang karier setelah lulus. Hal ini menjadi daya tarik bagi para siswa yang mulai mempersiapkan masa depan akademik mereka. Bapak Bowo menegaskan bahwa kampus siap memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa baru, terutama bagi mereka yang berasal dari Madrasah Aliyah. “Madrasah adalah fondasi penting bagi pembentukan generasi yang berkarakter. Kami ingin melanjutkan proses pembinaan itu di jenjang perguruan tinggi,” ungkapnya. Kunjungan silaturrahmi ini menjadi awal yang menggembirakan bagi terwujudnya jaringan kerja sama yang kuat antara STAI Terpadu Yogyakarta dan madrasah-madrasah se-Kabupaten Sleman. Diharapkan, kerja sama ini dapat memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan Islam serta menjadi jalan bagi para siswa Madrasah Aliyah untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang kompeten dan berkarakter. STAI Terpadu Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jalinan kerja sama serupa di masa mendatang demi menciptakan generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.






