Dosen STAI Terpadu Yogyakarta Menjadi Narasumber dalam Seminar Internasional “Political Dynamics and Equity in Access to Quality Education”

STAI Terpadu Yogyakarta berkolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia denhan menyelenggarakan Seminar internasional bertema “Political Dynamics and Equity in Access to Quality Education” pada Rabu, 3 Desember 2025, pukul 09.00–12.00 WIB melalui platform Zoom. Kegiatan ini menghadirkan para akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia yang memberikan pandangan komprehensif mengenai dinamika politik serta pemerataan akses pendidikan berkualitas di tingkat global. Acara ini menghadirkan empat narasumber utama, yaitu: Assoc. Prof. Dr. Suyatno Ladiqi, M.A., Ph.D. dari Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia, Dr. (Cand). Feri Riski Dinata, M.Pd. dari STAI Al Hikmah Bumi Agung Way Kanan Lampung), Dr. (Cand). Yumidiana Tya Nugraheni, M.Pd. dari STAI Masjid Syuhada Yogyakarta) dan Dicky Artanto, M.Pd. dari STAI Terpadu Yogyakarta)

Dalam pemaparan pembukanya, Assoc. Prof. Dr. Suyatno Ladiqi menyoroti bagaimana kebijakan politik di berbagai negara masih menjadi faktor penentu utama dalam pemerataan akses pendidikan. Ia menjelaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum dan fasilitas, tetapi juga pada stabilitas politik, alokasi anggaran, serta komitmen pemerintah dalam memperluas akses bagi kelompok rentan.

Sementara itu, Dr. (Cand). Feri Riski Dinata menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Ia menegaskan bahwa tantangan geografis dan ekonomi masih menjadi hambatan utama bagi pemerataan pendidikan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Dr. (Cand). Yumidiana Tya Nugraheni mengangkat isu peran teknologi dalam pemerataan pendidikan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital harus disertai peningkatan literasi dan kesiapan infrastruktur agar tidak menimbulkan kesenjangan baru di kalangan masyarakat.

Dicky Artanto, M.Pd., menutup sesi pemaparan dengan membahas pentingnya pemberdayaan komunitas lokal dalam penguatan akses pendidikan berkualitas. Ia menekankan bahwa keberhasilan pemerataan pendidikan tidak hanya bertumpu pada kebijakan makro, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Kegiatan seminar ini dihadiri oleh peserta dari berbagai negara, termasuk mahasiswa, dosen, peneliti, serta pemerhati pendidikan. Melalui sesi diskusi interaktif, peserta berkesempatan menyampaikan pandangan dan bertanya langsung kepada para narasumber mengenai isu-isu strategis dalam dunia pendidikan. Seminar internasional ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi mancanegara serta mendorong terciptanya solusi inovatif untuk mengatasi problematika pendidikan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.