Yogyakarta, 28 Februari 2026 — Sebanyak 30 guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) mengikuti kegiatan “Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru TPA dalam Pembelajaran Al-Qur’an Berbasis Nilai-Nilai Qur’ani” yang diselenggarakan pada Sabtu, 28 Februari 2026, bertempat di Masjid Darus Sholihin. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 17.30 WIB dalam suasana penuh khidmat menjelang Bulan Suci Ramadhan.
Kegiatan ini merupakan bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STAI Terpadu Yogyakarta yang melibatkan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan turut menggandeng UKM TPA Mahasiswa STAI Terpadu Yogyakarta serta Pengurus Masjid Darus Sholihin, dan menjadi bagian dari rangkaian Program Bulan Suci Ramadhan yang diselenggarakan oleh STAI Terpadu Yogyakarta.

Wujud Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini menegaskan komitmen STAI Terpadu Yogyakarta dalam memberdayakan masyarakat, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan keagamaan nonformal. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas guru TPA agar mampu menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang efektif, menyenangkan, serta berorientasi pada pembentukan karakter generasi Qur’ani.
Dalam sambutannya, Penanggung Jawab kegiatan, Syarif Hidayat, M.Pd., M.S.I., menegaskan bahwa guru TPA memiliki peran strategis bukan hanya sebagai pengajar baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga sebagai teladan moral dan pembimbing spiritual. Koordinator kegiatan, Dr. Rubini, M.Pd.I., juga menyampaikan pentingnya integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam setiap proses pembelajaran agar terbentuk syakhṣiyyah Islamiyah pada diri peserta didik.

Materi Komprehensif dan Praktis
Pelatihan menghadirkan dua narasumber praktisi pendidikan Al-Qur’an Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu:
Dicky Artanto, M.Pd.
Ustadz Muhsonef, S.H.I., M.H.I., M.S.I.
Materi yang disampaikan meliputi:
a. Urgensi pendidikan Al-Qur’an dalam pembentukan generasi Qur’ani.
b. Kompetensi ideal guru TPA di era kontemporer.
c. Strategi dan metode pembelajaran Al-Qur’an yang efektif dan menyenangkan.
d. Internalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam proses pembelajaran.
e. Praktik baik (best practice) pembelajaran Al-Qur’an di TPA.
Metode pelatihan dikemas secara interaktif melalui ceramah partisipatif, diskusi, studi kasus, serta praktik micro teaching, sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif dan kontekstual.
Sinergi Kampus dan Masyarakat
Kolaborasi antara STAI Terpadu Yogyakarta, UKM TPA mahasiswa, dan Pengurus Masjid Darus Sholihin menunjukkan sinergi nyata antara kampus dan masyarakat. Mahasiswa yang tergabung dalam UKM TPA turut berperan aktif dalam kepanitiaan, dokumentasi, serta pendampingan teknis kegiatan. Hal ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa dalam penguatan kompetensi dakwah dan pengabdian sosial.
Peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi, terutama saat diskusi refleksi Qur’ani di penghujung acara. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar ilmu yang diperoleh membawa keberkahan dan manfaat luas.
Melalui kegiatan ini, STAI Terpadu Yogyakarta berharap kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan TPA semakin meningkat, serta terwujud generasi Qur’ani yang berakidah kuat, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif bagi umat dan bangsa.






