STAI Terpadu Yogyakarta dan YIPI (Yayasan Inventor dan Peneliti Indonesia) Menyelenggarakan Workshop Nasional Pendampingan Penyusunan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat DIKTIS 2026

Pendahuluan: Urgensi Penguatan Kapasitas Riset PTKI

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas proposal pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) seluruh Indonesia, Yayasan Inventor dan Peneliti Indonesia (YIPI) bersama Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Kementerian Agama RI menyelenggarakan Workshop Nasional Pendampingan Penyusunan Proposal Pengabdian. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen YIPI sebagai wadah kolaborasi riset berbasis komunitas akademik yang inklusif dan merata.

Workshop diikuti oleh para dosen dari berbagai UIN dan PTKI se-Indonesia, mulai dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh di ujung barat hingga perguruan tinggi di Papua di ujung timur nusantara, menegaskan semangat pemerataan akses ilmu dan penguatan ekosistem penelitian nasional. YIPI sendiri beranggotakan antara lain UIN Ar-Raniry, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan berbagai PTKI lainnya yang tergabung dalam komunitas riset nasional ini.

Dua Sesi Substansi: Dari Konsep hingga Anatomi Proposal

Sesi I: Klaster PKM dan Ketentuan DIKTIS — Dr. Abdul Basid, M.A.

Sesi pertama menghadirkan Dr. Abdul Basid, M.A. dari Direktorat DIKTIS sebagai narasumber kunci. Beliau memaparkan secara komprehensif mengenai peta klaster Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi prioritas satuan kerja (satker) DIKTIS. Materi yang disampaikan mencakup:

  • Peta dan klaster Program Pengabdian Kepada Masyarakat di lingkungan DIKTIS
  • Ketentuan teknis dan administratif penyusunan proposal yang valid dan kompetitif
  • Potensi luaran riset dan dampak yang diharapkan dari setiap klaster penelitian
  • Standar penilaian reviewer serta kriteria kelulusan proposal DIKTIS

Dr. Abdul Basid menekankan bahwa banyak proposal yang gagal lolos bukan karena kualitas ide yang kurang, melainkan karena ketidaksesuaian antara desain proposal dengan ketentuan formal yang ditetapkan DIKTIS. Pemahaman mendalam atas regulasi adalah fondasi awal sebuah proposal yang kuat, tegasnya dalam pemaparan.

Sesi II: The Anatomy of Scientific Proposal — Dr. Kharis Syuhud Mujahada

Sesi kedua menjadi sesi yang paling dinantikan peserta. Dr. Kharis Syuhud Mujahada dari STAI Terpadu Yogyakarta membedah secara mendalam anatomi proposal ilmiah, dengan fokus utama pada bagian Latar Belakang (LB). Beliau menyampaikan bahwa terdapat 10 (sepuluh) komponen wajib yang harus hadir dalam sebuah latar belakang proposal ilmiah yang baik dan komprehensif:

Selain itu, Dr. Kharis juga membahas secara mendalam tentang ketepatan pemilihan pendekatan metodologi pengabdian, antara Asset-Based Approach (bertolak dari kekuatan dan potensi komunitas) dan Problem-Based Approach (berpusat pada identifikasi masalah dan pencarian solusi sistematis). Pemilihan pendekatan yang tepat, ditegaskan Dr. Kharis, merupakan faktor kritis yang menentukan kualitas dan relevansi sebuah proposal pengabdian.

Wawancara Eksklusif: Syarif Hidayat, Wakil Ketua STAI Terpadu Yogyakarta

Di sela-sela kegiatan, Tim Redaksi YIPI berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Bapak Syarif Hidayat, selaku Wakil Ketua STAI Terpadu Yogyakarta, yang juga merupakan salah satu penggagas aktif dari komunitas YIPI di DIY.

Ketika ditanya mengenai tantangan terbesar yang dihadapi dosen PTKI dalam menyusun proposal pengabdian, Syarif Hidayat menyatakan:

Menutup wawancara, Syarif Hidayat menyampaikan harapan besar terhadap keberlanjutan program ini:

Kesan dan Pesan Peserta Workshop

Berikut adalah rangkuman kesan dan pesan yang disampaikan oleh sejumlah peserta yang hadir dari berbagai wilayah Indonesia:

Hasil Evaluasi: Histogram Tingkat Kepuasan Peserta

Berdasarkan hasil survei kepuasan yang dilakukan pasca-workshop terhadap seluruh peserta, diperoleh data evaluasi pada enam aspek utama penyelenggaraan kegiatan sebagai berikut:

Secara keseluruhan, tingkat kepuasan peserta mencapai rata-rata 80,3% pada kategori Sangat Puas, dengan skor tertinggi pada aspek Kualitas Narasumber (85%) dan Relevansi Topik (82%). Aspek Fasilitas dan Teknis memperoleh skor terendah (65% sangat puas), yang menjadi catatan konstruktif untuk perbaikan pada penyelenggaraan workshop berikutnya.

Penutup: Menuju PTKI yang Berdaya Riset

Workshop Nasional Pendampingan Penyusunan Proposal Pengabdian DIKTIS-YIPI 2025 telah berhasil menjadi momentum strategis dalam penguatan kapasitas riset dosen PTKI se-Indonesia. Dengan output berupa proposal siap submit, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan sebuah gerakan transformasi budaya ilmiah yang menyentuh institusi dari Sabang sampai Merauke.

YIPI berkomitmen untuk terus menyelenggarakan program-program serupa secara berkelanjutan, dengan jangkauan yang semakin luas dan kualitas pendampingan yang semakin mendalam. Kolaborasi antara DIKTIS, YIPI, STAI Terpadu Yogyakarta, dan seluruh anggota komunitas merupakan modal sosial yang tak ternilai dalam membangun ekosistem penelitian Islam yang unggul dan berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia.