UPT Bahasa dan Diniyah STAI Terpadu Yogyakarta Melaksanakan Pertemuan Pengampu Diniyah dan Asrama TA. 2026/2027

Yogyakarta, 23 September 2026 – UPT Bahasa dan Diniyah STAI Terpadu Yogyakarta menyelenggarakan Pertemuan Pengampu Program Diniyah dan Asrama Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 pada Rabu, 23 September 2026, pukul 13.00–14.30 WIB di ruang pertemuan. Pertemuan ini diikuti oleh para pengampu sebagai forum koordinasi, evaluasi, dan penyamaan pemahaman terkait pelaksanaan Program Diniyah yang meliputi Tahfidz, BTAQ, dan Aqidah, serta Program Asrama yang mencakup Kajian Tafsir, Fiqih, Hadist Arba’in, dan Adab dan Akhlak. Kegiatan didampingi oleh Wakil Ketua I STAI Terpadu Yogyakarta Bidang Akademik dan SDM, Bapak Dr. Rz. Ricky Satria Wiranata, M.Pd., serta Ketua UPT Bahasa dan Diniyah, Ibu Hanifah Noviandari, M.Pd.

Pertemuan dimulai dengan pembukaan yang dipandu sendiri oleh Ibu Hanifah Noviandari, M.Pd dan dilanjutkan pembacaan Tilawah oleh Ibu DIningrum Citraningsih, M.S.I.
Acara dilanjutkan dengan arahan yang diberikan oleh Bapak Dr. Rz. Ricky Satria Wiranata, M.Pd. Beliau menekankan pentingnya pengelolaan Program Diniyah dan Asrama yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman mahasiswa. Materi pembelajaran diharapkan dapat disusun secara relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan kehidupan mereka, sehingga nilai yang dipelajari dapat dipahami sekaligus diterapkan dalam keseharian.

Acara selanjutnya adalah Laporan Program Asrama dan Diniyah oleh Ibu Hanifah Noviandari, M.Pd. Selain itu, beliau juga menyampaikan pentingnya koordinasi antarpengampu dalam memastikan program berjalan secara terarah dan konsisten. Ia juga membuka ruang diskusi mengenai mekanisme Ujian Tengah Semester (UTS), termasuk pelaksanaan dan teknis evaluasi yang diserahkan kepada masing-masing pengampu sesuai karakteristik materi dan pembelajaran yang dilaksanakan.

Forum berlangsung secara interaktif melalui tanggapan dan masukan dari para pengampu. Usth. Nuril, misalnya, menyampaikan perlunya materi Fiqih yang lebih beragam dan tidak hanya berfokus pada Fiqih Ibadah, tetapi dapat dikembangkan pada Fiqih Muamalah, Fiqih Munakahat, serta tema-tema aktual yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, seperti fenomena pacaran, virus merah jambu, dan persoalan relasi sosial lainnya. Sementara itu, Ustd. Sigit memberikan masukan terkait materi Adab dan Akhlak agar pembahasannya lebih kontekstual dengan kehidupan mahasiswa, antara lain adab terhadap orang yang lebih tua, adab terhadap sesama, serta adab dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan penting untuk memperkaya materi sekaligus meningkatkan relevansi pembelajaran.

Pertemuan ini menjadi sarana evaluasi sekaligus ruang diskusi bersama untuk mempersiapkan pelaksanaan Program Diniyah dan Asrama pada Tahun Akademik 2026/2027. Melalui komunikasi dan kolaborasi antara pimpinan, UPT, dan para pengampu, diharapkan setiap program dapat dilaksanakan secara lebih sistematis, relevan, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. UPT Bahasa dan Diniyah juga berharap hasil pertemuan ini dapat menjadi pijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat pembinaan keislaman, adab, dan akhlak mahasiswa STAI Terpadu Yogyakarta secara berkelanjutan.